Kegiatan PMM Aplikasikan Hilirisasi Hasil Penelitian UMM

Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang

Inimalangraya.com – Suasana hangat terasa di Balai RW 16 Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, ketika warga berkumpul dalam acara “Ngopi Bareng Bu Kades”, Rabu malam Pada Tanggal 06/08/2025. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kepala Desa Sumberporong Ibu Hj. Idhinningrum, S.Sos bersama Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang ini bukan sekadar temu santai, melainkan ruang dialog terbuka yang membahas topik penting: Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Penunjang Keamanan dan Ketertiban Dalam Bermasyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sumberporong menyampaikan pandangannya tentang peran media sosial di era digital.

“Media sosial bisa menjadi jembatan informasi antarwarga, asal kita bijak memakainya. Kalau digunakan dengan tepat, ia mampu memperkuat keamanan, ketertiban dan bahkan mampu menjadi sarana untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di lingkungan kita,” ujar Bu Kades di hadapan peserta.

Diskusi berkembang tentang bagaimana media sosial, khususnya grup WhatsApp warga, telah membantu mempercepat penyebaran informasi di lingkungan. Mulai dari kabar agenda pembangunan pemerintah desa, adanya orang asing yang mencurigakan, hingga koordinasi kegiatan gotong royong, semua bisa lebih cepat tersampaikan. Namun, Bu Kades juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi palsu.

“Jangan sampai media sosial justru memecah belah kita dengan kabar-kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. Hoaks juga bisa memicu kesalahpahaman. Karena itu, penting untuk memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya,” tambahnya.

Kami Mahasiswa UMM juga menjelaskan bahwa dalam bermedia sosial juga ada aturan yang berlaku, untuk membatasi segala tingkah laku masyarakat saat menggunakan media sosial agar tidak melanggar norma dan merugikan hak orang lain.

“Secara hukum, ada UU ITE yang melarang kita menyebarkan konten yang merugikan orang lain, seperti fitnah, penghinaan, hoaks, atau ujaran kebencian. Jika dilanggar, bisa berujung pada sanksi pidana berupa denda penjara hingga kurungan. Selain itu, ada juga aturan tidak tertulis berupa etika bermedia sosial. Misalnya, menghormati privasi orang lain, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, serta berpikir dua kali sebelum membagikan informasi. Aturan ini dibuat bukan untuk membatasi kebebasan dalam berekspresi, tetapi justru untuk melindungi kita semua agar media sosial menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermanfaat.” Ungkap Dyah Ratri Koordinator PMM Mahasiswa UMM

Dalam acara tersebut, para pemuda Karang Taruna RW 16 juga tampak antusias. Mereka menyatakan kesediaannya untuk menjadi garda depan literasi digital. Dengan kreativitas yang dimiliki, para pemuda berencana membuat konten positif terkait profile desa, keamanan, ketertiban, serta pentingnya menjaga kerukunan.

Salah seorang perwakilan Karang Taruna menyampaikan, “Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bukan hanya penonton, tetapi juga pelaku aktif yang siap mengedukasi masyarakat tentang etika bermedia sosial. Oleh karena itu kami para pemuda pemudi meminta kepada bapak RW dan para warga untuk memberi kami ruang seluas-luasnya dalam mengembangkan dan merealisasi ide dan gagasan kami dalam memanfaatkan media sosial”

Ngopi bareng ini dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan, bahkan developer Perumahan Malang Anggun Sejahtera yang berada di RW 16 turut hadir untuk mendengarkan keluh kesah konsumen nya terhadap fasilitas yang telah diberikan poleh pihak Perumahan Malang Anggun Sejahtera. Kehangatan suasana terlihat dari canda, tawa, hingga antusiasme warga dalam menyampaikan gagasan. Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar Desa Sumberporong senantiasa aman, rukun, dan harmonis.

Ngopi bareng di RW 16 membuktikan bahwa pertemuan singkat dan sederhana bisa melahirkan gagasan besar. Media sosial, yang sering dianggap sumber masalah, justru dapat menjadi penopang keamanan, tentu saja jika digunakan dengan bijak. Dengan sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda, Desa Sumberporong siap melangkah menuju desa yang lebih tanggap, aman, serta penuh kebersamaan.

Tinggalkan Komentar