BBKSDA Jatim di Hutan Malang: Bebaskan Satwa Liar

Di tengah keindahan alam Malang Selatan, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bekerja sama dengan TNI AL-Puslatpurmar 4 Pantai Baruna dan Perum Perhutani KPH Malang, melakukan pelepasliaran 49 ekor satwa liar pada Senin (15/7). Foto: Kominfo Jatimprov
Pelepasliaran satwa liar

MALANG, inimalangraya.com,– Di tengah keindahan alam Malang Selatan, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bekerja sama dengan TNI AL-Puslatpurmar 4 Pantai Baruna dan Perum Perhutani KPH Malang. Dalam kerjasama tim gabungan ini  melakukan pelepasliaran 49 ekor satwa liar pada Senin (15/7). Aksi ini menjadi langkah penting dalam konservasi satwa dan pelestarian lingkungan.

Satwa yang Dilepasliarkan

Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, mengungkapkan bahwa satwa yang dilepasliarkan meliputi beberapa jenis hewan. Rincian hewan tersebut adalah 4 ekor Binturong (Arctictis binturong), 3 ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), dan 42 ekor reptil seperti Sanca Bodo (Python bivittatus), Sanca Kembang (Malayophyton reticulatus), serta ular Koros (Ptyas korros). Satwa-satwa ini kini kembali ke habitat alaminya di Cagar Alam Pulau Sempu dan Hutan Lindung Malang Selatan.

Satwa-satwa tersebut merupakan hasil penegakan hukum oleh Polda Jawa Timur, konflik satwa liar, dan penyerahan dari masyarakat. Sebelum dilepasliarkan, mereka menjalani perawatan intensif. Perawatan intensif dilakukan di kandang transit dan Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jatim hingga dinyatakan layak untuk kembali ke alam.

Tujuan dan Manfaat Pelepasliaran

Pelepasliaran ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi satwa liar untuk kembali hidup bebas sesuai dengan perilaku dan habitat alaminya. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya penambahan darah baru (fresh blood) di kawasan hutan, mempertimbangkan sebaran, luas habitat, populasi, serta ancaman terhadap satwa dan habitatnya.

Edukasi dan Pelestarian Lingkungan

Selain konservasi, pelepasliaran ini berfungsi sebagai edukasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar dan menjaga hutan sebagai habitat alaminya. Cagar Alam Pulau Sempu dan Hutan Lindung Malang Selatan dipilih karena keanekaragaman hayatinya yang tinggi.  Selain itu Pulau Sempu juga berperan sebagai benteng terakhir hutan alam karst di bagian selatan Pulau Jawa.

Potensi Keanekaragaman Hayati

Kawasan ini merupakan potret ideal hutan tropis dataran rendah yang memiliki potensi keanekaragaman hayati yang besar. Dengan pelepasliaran ini, diharapkan satwa-satwa tersebut dapat berkembang biak dan mempertahankan keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan dan plasma nutfah.

Langkah BBKSDA Jatim ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan satwa liar, tetapi juga untuk menjaga warisan alam Indonesia untuk generasi mendatang. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, harapan untuk lingkungan yang lebih baik semakin nyata.

 

Sumber: Kominfo Jatimprov

Tinggalkan Komentar