Ikut Usung Cakada ‘WaLi’, Ini Penjelasan DPD PKS Kota Malang

Kota Malang, Inimalangraya.com – Keputusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu dari 13 partai politik mengusung pasangan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirun (WaLi) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang, mengejutkan publik.
Pasalnya, partai yang memiliki 7 kursi dalam parlemen Kota Malang periode 2024-2029 ini setidaknya bisa menggandeng koalisi untuk mengusung paslonnya sendiri.
Apalagi, dari yang dipersyaratkan sebagai ambang batas sebanyak 37.792, PKS mampu memperoleh sebanyak 66.349 suara sah.
Terlebih, juga ada Ahmad Fuad Rahman. Ia merupakan salah satu kader PKS. Dan ia telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi bakal calon Wakil Wali Kota.
Akan tetapi, bekal tersebut dimanfaatkan PKS untuk bergabung dalam koalisi gemuk mengusung pasangan WaLi.
Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Djoko Purnomo katakan pengambilan keputusan untuk berkoar dengan 13 partai mengusung paslon Walkot dan Wawalkot Malang, WaLi itu berdasarkan kondisi realita di lapangan.
“Kami melihat realita di lapangan, maka kami gabung dengan Wahyu-Ali (WaLi). Kami ada tahapan pemegang kebijakan. Yang kami pakai keputusan DPP bahwa kami mendukung Wahyu-Ali,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (31/8).
Menurut Djoko, sejak awal dirinya telah berusaha maksimal agar kader PKS bisa mendapat rekom DPP untuk berlaga di Pilkada Kota Malang. Namun empat orang kader PKS yang muncul dalam bursa Pilkada Kota Malang, tak ada satupun yang mendapat restu dari DPP PKS.
Keempat orang itu yakni, Ahmad Fuad Rahman, Asmualik, Rendra Masdrajad Safaat dan Dwi Hari Cahyono. Dari 4 orang tersebut, DPD PKS Kota Malang akhirnya bersepakat untuk mengusung nama Ahmad Fuad Rahman agar bisa diteruskan hingga mendapat rekom DPP.
“Partai jelas, pertama ingin memaksimalkan dalam kancah Pilkada ini yang diajukan kader sendiri. Sampai hari terakhir kami berusaha mengusung kader sendiri. Mulai penjaringan, penyaringan, sampai tersisa Fuad. Kami berupaya menjadikan Mas Fuad sebagai kepala daerah,” terangnya.
Alasan DPD PKS Kota Malang Dukung WaLi
Akan tetapi, lanjut Djoko, dirinya juga tidak bisa memastikan alasan apa yang melatarbelakangi DPP PKS yang akhirnya memberi tiket rekom kepada kader partai lain.
Bahkan di atas kertas, jika dibandingkan dengan seluruh partai koalisi pengusung Wahyu-Ali, bekal PKS terhitung paling tinggi.
“Kalau alasan di keputusan tidak ada. Kalau ya setiap partai ingin menang. Ini kalimat saya, kalau kami mengajukan harus menang. Bukan ketidakyakinan. Dari perhitungan dan kondisi lapangan kayaknya tahun ini mengusung kader lain,” pungkasnya.
BACA JUGA
