Masalah Pendidikan Jadi Topik Perdana di Debat Publik Pertama Pilwalkot Malang

Masalah Pendidikan Jadi Topik Perdana di Debat Publik Pertama Pilwalkot Malang
Ketiga pasangan calon Wali Kota dan Calon Wali Kota Malang (Tangkapan Layar YouTubeRRI)

Kota Malang, Inimalangraya.com – Debat publik perdana Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Malang digelar di Hotel Grand Mercure Malang Mirama pada Sabtu, (26/10/2024).

Debat publik perdana Pilwalkot ini bertema ‘Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah’.

Panelis memberikan pertanyaan pertama terkait dengan masalah pendidikan di Kota Malang yang selama ini masih carut marut, terutama dalam kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Calon Wali Kota (cawalkot) Malang nomor urut 2, Heri Cahyono mengatakan bahwa ia dan Ganis Rumpoko, sebagai Wakil Wali Kota Malang, sudah memiliki visi menjadikan Malang sebagai City of Talent.

“Kami akan serius membangun sumber daya manusia dimana sekolah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan. Tapi juga mencetak generasi,” paparnya.

Ia juga membahas masalah rutin tahunan yakni jalur penerimaan siswa baru melalui jalur zonasi.

“Saya sudah ke berbagai negara di Eropa, Jepang dan negara maju lainnya. Benar sistem zonasi disana sangat tepat.  Sekolah terbaik adalah yang terdekat di negara maju karena ekosistem dan infrastruktur sudah tertata,” katanya.

Ia katakan hal tersebut belum terimplementasi dengan baik di Kota Malang sembari ia mencontohkan proses penerimaan siswa baru di jenjang Sekolah Menengah Pertama di tahun 2023-2024 yang tidak merata.

“Masalah ada di okupansi sekolah.  Solusi kami adalah manajemen pendidikan satu atap dalam pengaturan PPDB. Kami juga akan menghargai sekolah swasta yang selama ini terpinggirkan dengan program zonasi. Padahal sekolah swasta sudah berdiri sejak sebelum kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Pada debat pilwalkot Malang ini, cawalkot nomor urut 2, H. Anton nenanggapi senada. Ia juga punya visi untuk mengatasi permasalahan transparansi dalam penerimaan siswa.

“Saya juga memandang bahwa sekolah swasta harus mendapat perhatian khusus supaya dapat bersaing dengan sekolah negeri,” papar pria yang akrab dipanggihl Abah Anton ini.

Sedangkan cawalkot nomor urut 1, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa ia sudah memiliki visi Ngalam Pinter.

“Caranya adalah melalui peningkatan sarana prasarana sekolah di Kota Malang mulai SD hingga SMA,” katanya.

Tinggalkan Komentar