Terapkan Kurikulum P5 Kewirausahaan, Produk Puding ‘Diddy’ Siswa Kelas X di Malang Ini Laris Manis

P5 Kewirausahaan Malang
Salah satu siswa kelas X Akbar Nugraha yang sukses lariskan puding 'Diddy' sebagai implementasi kurikulum P5 (Ist)

Kota Malang, inimalangraya.com – Siswa kelas X SMA Taman Harapan Malang, Akbar Nugraha Putra Kusuma, berhasil terapkan P5 kewirausahaan sebagai salah satu kurikulum di sekolah.

Akbar meracik sendiri produk ‘Pudisklat Diddy’ yakni puding strawberry, coklat dan es lumut berdasar kreativitasnya.

Dua hari sebelum acara bazaar yang digelar di SMA Taman Harapan Malang pada Kamis (14/11/2024), ia sudah memproduksi puding tersebut dan ia tawarkan ke siswa SD, SMP dan SMA Taman Harapan.

“Saya membuat puding tersebut dengan puding instan dan vla dipadukan dengan bahan agar-agar jelly dan susu untuk es lumutnya,” katanya kepada wartawan inimalangraya.com.

Semalam sebelum bazaar yang digelar sebagai implementasi kurikulum P5 kewirausahaan bagi siswa kelas X SMA Taman Harapan Malang, ia sudah mempersiapkan diri.

P5 Kewirausahaan Malang

Tidak tanggung-tanggung, ia membeli semua bahan berupa cup, sendok plastik, serta bahan baku puding untuk dijual keesokan harinya.

“Saya tidak menemui kendala sama sekali dalam mempersiapkan puluhan cup puding pesanan itu. Bahkan saat membuatnya pun saya tidak kesulitan,” paparnya.

Menurutnya, metode pemasaran yang ia pelajari di sekolah telah ia aplikasikan sehingga ia sudah mempersiapkan diri.

Metode tersebut termasuk promosi melalui  sosial media seperti Instagram dan Whatsapp.  Dengan demikian, lanjutnya, ia tidak kewalahan melayani pemesanan karena dapat mengatur waktu pembuatan.

“Termasuk pemilihan nama ‘Diddy’, dimana menurut saya pasti menarik perhatian konsumen karena lagi viral akhir-akhir ini,” katanya.

Ia menjual pudingnya dengan harga sangat terjangkau untuk kantong siswa, yakni Rp 5.000 untuk puding coklat dan strawberry, serta Rp 8.000 untuk es lumut.

Implementasi P5 Kewirausahaan Kelas X dan XI

Selama tiga hari yakni Selasa, 13 November hingga Kamis,  para siswa kelas X dan XI SMA Taman Harapan sudah membuat produk dan menjualnya melalui berbagai metode, baik offline maupun online.

“Mereka membuat proposal dan presentasi produk sebelum memproduksi produk kuliner mereka,” kata Palupi Yamini, Kepala Sekolah SMA Taman Harapan Malang.

Ia katakan setelah memasarkan produk sejak Selasa hingga hari ini, para siswa akan membuat laporan pada Jumat 15 November 2024.

“Alhamdullilah para siswa sangat menikmati proses dalam berwirausaha. Bahkan mereka sempat kehabisan produk sebelum ditata di meja bazaar,” ungkap Palupi.

 

Tinggalkan Komentar