Siswa SDN 2 Tajinan Kagumi Pesona Wisata Edukasi Kayutangan Malang

SDN 2 Tajinan Kayutangan
Kunjungan siswa SDN 2 Tajinan Kabupaten Malang ke Kayutangan Heritage (Ist)

Kota Malang, inimalangraya.com – Rombongan dari SDN 2 Tajinan lakukan kunjungan ke Kayutangan Heritage.

Rombongan dari SDN 2 Tajinan yang berjumlah 10 siswa dan didampingi oleh dua guru. Mereka tampak sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi ini.

Dengan mengenakan pakaian tradisional bernuansa batik, mereka tidak hanya belajar tentang sejarah dan budaya, tetapi juga mempraktikkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal.

“Saya ingin menanamkan karakter nilai budaya ke anak anak. Tadi kita mau nonton bioskop, sambil menunggu, kita jalan-jalan dulu di Kayutangan” ujar Retno Dwi Kurniawati, Guru kelas 4 SDN 2 Tajinan.

Siswa SDN 2 Tajinan Kagumi Pesona Wisata Edukasi Kayutangan Malang

Kunjungan rombongan SDN 2 Tajinan ke Kayutangan merupakan salah satu dari banyak kegiatan edukatif yang sering diadakan di kawasan ini.

Dengan semakin meningkatnya minat dari berbagai kalangan untuk belajar dan berwisata di Kayutangan, diharapkan kawasan ini akan terus berkembang dan menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Malang.

“Hari ini spesial hari guru, kami mengenakan pakaian tradisional kita yaitu batik. Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya melestarikan budaya dan sejarah kita. Kunjungan ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia,” tuturnya sembari menelusuri jalan di Kayutangan.

Kayutangan bukan hanya sekadar lokasi bersejarah. Tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas Kota Malang yang harus dijaga dan dilestarikan.

Melalui kunjugan edukatif ini, Retno berharap dapat menanamkan karakter berbudaya pada tiap-tiap siswanya.

“Tujuan kami adalah penanaman karakter. Melalui kegiatan ini semoga anak anak bisa mengenal Kota Malang. Harapannya agar merea lebih cinta tanah airnya dan menjaga kebersihan dan keamanan kota untuk saat ini dan kedepannya,” tutur Retno.

Keberadaan Kayutangan sebagai wisata edukasi tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tetapi juga kepada para pelajar.

Kayutangan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah kawasan bersejarah dapat dihidupkan kembali dengan cara yang kreatif dan edukatif.

Dengan demikian, tidak hanya generasi saat ini yang dapat menikmati keindahan dan kekayaan sejarahnya, tetapi juga generasi mendatang.

“Kayu tangan is the best, belum sampe ke malang kalo belum main ke kayutangan,” pungkasnya.

Malang, kota dengan pesona alam dan budaya yang kaya, selalu menarik perhatian publik dengan kawasan bersejarahnya.

Kayutangan, yang juga dikenal sebagai kawasan bersejarah di Kota Malang, menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga menjadi wisata edukasi mendidik.

(Jurnalis: Key-Ko an- Najibah)

Komentar (1)

    li class="comment even thread-even depth-1" id="comment- 738">
    Retno Dwi Kurniawati
    1 tahun lalu

    Menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini sangat diperlukan. Dimuliakan dari lingkungan terdekat.
    Malang kota budaya, malang kota pendidikan. Mari jaga Malang tercinta

Tinggalkan Komentar