Hamur Mbah Ndut Kayutangan Tawarkan Kopi Nikmat Dengan Kenyamanan Rumah

Hamur Mbah Ndut Kayutangan
Suasana rumahan di Hamur Mbah Ndut Kayutangan

Kota Malang, inimalangraya.com –  Kedai Hamur Mbah Ndut di kawasan Kayutangan Heitage, Kota Malang, telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta kopi dan pengunjung yang mencari suasana nyaman layaknya rumah sendiri.

Dengan harga yang terjangkau dan konsep autentik yang kental, kedai ini berhasil menarik perhatian banyak orang, baik lokal maupun wisatawan asing.

Berdiri sejak 2018, Hamur Mbah Ndut mengusung konsep heritage dengan bangunan bersejarah yang telah ada sejak tahun 1923.

Transformasi Hamur Mbah Ndut

Awalnya, tempat ini berfungsi sebagai toko kelontong sebelum bertransformasi menjadi kedai kopi.

Mbah Ndut ingin menciptakan tempat yang bukan sekadar untuk menjual kopi, tetapi juga menyuguhkan pengalaman nostalgia bagi pengunjung.

Begitu memasuki kedai ini, pengunjung akan merasakan suasana yang hangat dan akrab.

Desain interiornya mempertahankan elemen-elemen klasik dengan barang-barang antik yang dipajang di tiap-tiap sudut ruangan.

Dari kursi kayu lawas hingga pernak-pernik peninggalan zaman Belanda, semua menambah kesan vintage yang membuat pengunjung merasa seolah-olah sedang ngopi di rumah nenek mereka.

“Hamur” berasal dari bahasa walikan Malang yang berarti “rumah”, sedangkan “Mbah Ndut” adalah penghormatan kepada pemilik pertama rumah tersebut.

“Ini bukan pertama kali saya ke sini sih, sebelumnya sering banget nongkrong di sini. Ambience nya nyaman kayak di rumah sendiri. Harganya juga terjangkau banget buat mahasiswa kayak saya. Jadi cocok banget buat anak-anak gen z gitu ya” ujar Country Ina, salah seorang penikmat kopi di Hamur Mbah Ndut, (26/11/2024).

Menu Inovatif Kekinian

Menu di Hamur Mbah Ndut juga menjadi daya tarik tersendiri.

Awalnya hanya menawarkan kopi tubruk dan beberapa jajanan tradisional tetapi kini kedai ini telah memperluas variasi menunya untuk memenuhi selera anak muda.

Dari es kopi hingga blackcurrant tea, setiap minuman dibanderol dengan harga mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 15.000 saja.

Kedai ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal tetapi juga wisatawan mancanegara.

Banyak pengunjung datang untuk merasakan kopi tubruk yang otentik dan mendengarkan cerita-cerita menarik dari Mbah Ndut tentang sejarah kedai dan barang-barang antik yang dipajang.

“Biasanya kalo ga sendiri, bareng dosen gitu juga sering ke sini buat kuliah outdoor atau sekadar bersantai sambil menikmati secangkir kopi,” pungkasnya.

Dengan kombinasi antara suasana nyaman, harga terjangkau, dan menu yang bervariasi, Kedai Hamur Mbah Ndut telah berhasil menciptakan pengalaman unik bagi para pengunjungnya.

Tempat ini bukan hanya sekadar kedai kopi biasa, tetapi juga ‘rumah’ bagi siapa saja yang ingin menikmati secangkir kopi sambil merasakan kehangatan seperti di rumah sendiri.

Jurnalis: Key-Ko an-Najibah

Tinggalkan Komentar