Simak Layanan Khusus Dinkes Kota Malang Tekan Penyebaran HIV/AIDS

Kota Malang, inimalangraya.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang upayakan kampanye preventif melalui sosialisasi sekaligus giat edukasi guna berikan pemahaman pada warga Kota Malang akan bahaya HIV/AIDS.
Namun demikian, Dinkes Kota Malang juga sosialisasikan dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan hilangkan stigma negatif.
“Kita wajib berikan hak setara mereka dengan menghilangkan stigma negatif. Jangan sampai ada diskriminasi,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif, seperti dikutip dari Info Publik.
Husnul sebutkan sekitar 600 orang terdiagnosa positif HIV/AIDS di Kota Malang hingga November 2024.
Sesuai Profil Kesehatan Kota Malang 2023, jumlah kasus HIV di Kota Malang pada tahun tersebut adalah 512.
Rinciannya adalah 408 laki-laki dan 104 perempuan.
Dominasi pasien kategori umur 25-49 tahun adalah 266 orang, dengan rincian 194 laki-laki dan 72 perempuan.
Fenomena ini kurang lebih sama dengan 2022.
“Penemuan kita di angka 600 pada 2024. Sementara untuk kumulatif saat ini sekitar 2.000 an penderita yang tengah jalani pengobatan di Kota Malang,” tambah Husnul.
Layanan Khusus Pemeriksaan dan Pengobatan HIV/AIDS di Puskesmas atau RS Kota Malang
Ia tuturkan Dinkes Kota Malang gandeng 16 puskesmas serta beberapa rumah sakit berikan layanan pemeriksaan serta pengobatan HIV/AIDS.
Terkhusus Puskesmas Pandanwangi dan Puskesmas Dinoyo sediakan layanan ekstra.
“Akses layanan ekstra oleh klien di luar jam layanan reguler. Dengan demikian, kami dapat melayani sejak pukul 13.00 sampai 19.00 WIB,” terangnya. “Ini program nasional sehingga yang mengakses bukan saja warga dengan KTP atau berdomisili di Kota Malang. Tetapi juga dapat diakses semua warga Malang Raya. Bahkan juga ada pasien dari luar Malang Raya.”
Pihaknya juga berikan konseling sukarela (TKS) dan mobile voluntary counseling and testing (VCT).
“Layanan ini sesuai permintaan klien untuk bisa dapatkan pemeriksaan dan yang melakukan adalah teman-teman puskesmas serta rumah sakit,” tambah dia.
Sebagai informasi, VCT adalah layanan konseling serta tes atas inisiatif klien. Inisiatif tersebut bisa dari perseorangan ataupun lewat komunitas.
Tujuannya tak sekadar cegah penularan HIV, tetapi juga berikan dukungan moral, serta informasi dan dukungan lain kepada ODHA serta keluarga sekaligus lingkungannya.
Selain konseling, klien kini dapat juga lakukan tes HIV yakni tes darah untuk pastikan adanya antibodi HIV di sampel darah.
BACA JUGA

