Gelar Pelatihan Design Bordir dan Sulam Benang Produk Fashion, Ini Harapan Ketua Dekranasda Kota Malang

Pelatihan Dekranasda Kota Malang
Ketua Dekranasda Kota Malang Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat saat acara pelatihan dari Diskopindag Kota Malang (Toski)

Kota Malang, Inimalangraya.com – Ketua Dekranasda Kota Malang Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat ingin berikan kesan bagus bagi pelaku usaha yang khususnya berkaitan dengan dunia fashion melalui pelatihan design bordir dan sulam benang produk fashion.

Karena itulah digelar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelar pelatihan design bordir dan sulam benang produk fashion, Kamis (27/2/2025) untuk meningkatkan kompetensi usaha di bidang perindustrian.

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Malang tersebut diikuti sebanyak 40 peserta dan di buka langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Malang, sekaligus Ketua Dekranasda Kota Malang Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat.

“Jadi, saya ingin memberi apa yang namanya ya, meng-Impressed (memberikan kesan) bahwa potensi yang dimiliki oleh teman-teman pelaku usaha yang berkaitan dengan dunia fashion untuk bisa lebih berinovasi,” ucapnya, saat ditemui awak media, Kamis (27/2/2025).

Untuk itu, lanjut Ketua Dekranasda Kota Malang ini, diharapkan Bidang Perindustrian, Diskopindag Kota Malang bisa mengangkat potensi pada pelaku usaha pada dunia fashion melalui pelatihan.

Sehingga mereka bisa memanfaatkan kain sisa atau limbah dari pembuatan pakaian (perca) untuk diaplikasikan dengan bordir.

Hal ini untuk mendapatkan nilai yang lebih dari sekedar perca melalui pelatihan design bordir dan sulam benang produk fashion seperti ini.

“Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan bisa meningkatkan potensi yang dimiliki oleh teman-teman pelaku usaha untuk bisa memanfaatkan perca untuk diaplikasikan dengan bordir supaya mengangkat perca itu menjadi punya nilai yang lebih dari sekedar perca,” jelas Hanik.

Dengan begitu, tambah Hanik, diharapkan produk perca tersebut yang awalnya hanya digunakan ikat rambut dan sebagainya, bisa digunakan untuk lainnya dan dapat di jual pada masyarakat luas bahkan akan dipromosikan ke Jakarta.

“Saya berharap, setelah pelatihan ini, produk mereka akan dipamerkan dan akan di jual pada masyarakat luas bahkan akan dipromosikan ke Jakarta, semua kita tampung, jika ada kegiatan Inacraft di JCC akan kita bawa ke Jakarta, kita pamerkan dan kita jual,” tukasnya.

Tinggalkan Komentar