Dinsos P3AP2KB Kota Malang Lakukan Asesmen bagi Perempuan Terjaring Operasi Cipkon

Kota Malang, Inimalangraya.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang lakukan asesmen terhadap perempuan yang terjaring Operasi Cipta Kondisi (Cipkon), beberapa waktu lalu.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, pihaknya saat ini tengah menangani lima perempuan yang terjaring operasi (Cipkon) beberapa waktu lalu, lantaran kela perempuan tersebut diduga terlibat praktik open BO.
“Saat ini kami tengah melakukan asesmen kepada lima orang terduga pelaku open BO atau bisnis prostitusi itu, kenapa mereka melakukan praktik tersebut. Kemudian kami berikan rehabilitasi dasar, mulai dari pendampingan psikolog hingga menghubungkan mereka dengan keluarga,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (3/3/2025).
Menurut Donny, kelima perempuan itu diketahui baru pertama kali melakukan praktik tersebut. Jika ditemukan ada yang sudah lebih dari tiga kali, maka mereka akan dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila (RSTS) di Kediri.
“Jadi, mereka ini baru pertama kali, maka dilakukan rehabilitasi dasar, itu langkah utama kami,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Donny, pihaknya juga tengah mendalami apakah ada indikasi pemaksaan atau eksploitasi terhadap kelima perempuan tersebut. Jika ditemukan unsur perdagangan orang, maka kasus ini akan dikoordinasikan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang.
“Kalau misalnya nanti ada kecenderungan ke pemaksaan, ya kami koordinasi dengan PPA Polresta. Tapi sementara ini hasilnya tidak ada paksaan,” terangnya.
Lebih lanjut, Donny menjelaskan, bahwa faktor utama yang mendorong mereka terlibat dalam praktik open BO adalah masalah ekonomi dan ajakan dari teman.
“Mereka melihat teman yang pernah melakukan kok aman-aman saja, jadi merasa mudah mendapatkan uang,” tegasnya.
Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, Satpol PP menggelar operasi penertiban di rumah kos yang berada di kawasan Sigura-gura Kota Malang pada Kamis (27/2/2025) malam.
Dalam operasi itu, ditemukan 17 pasangan tidak resmi. Lima diantaranya terindikasi bisnis Open BO atau bisnis prostitusi.
BACA JUGA
