Simak Inilah 4 Tradisi Dikabupaten Malang Yang Unik Salah Satunya Tradisi Entas-Entas

 

Apakah kalian pernah berkunjung ke kota malang, berbicara tentang kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada.

Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki beragam tradisi unik yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Tradisi-tradisi tersebut merupakan perpaduan antara budaya Jawa, Hindu, dan Islam.

Daripada penasaran berikut kami sajikan beberapa tradisi unik di Kabupaten Malang :

1. Tradisi Besuk Siluman

Tradisi Besuk Siluman merupakan tradisi adat yang digelar untuk memperingati hari kelahiran Raja Malang, Prabu Hayam Wuruk.

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Tradisi Besuk Siluman dimulai dengan ritual doa bersama di area makam Prabu Hayam Wuruk.

Setelah itu, masyarakat akan berjalan kaki menuju ke sebuah gua yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya siluman.

2. Tradisi Entas-Entas

Tradisi Entas-Entas merupakan tradisi adat yang digelar untuk menyambut datangnya hari besar Yadya Kasada yang diperingati setiap hari ke-14 bulan Kasada.

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Tengger di Desa Ngadas, Kabupaten Malang.

Tradisi Entas-Entas dimulai dengan ritual membersihkan dan memandikan tiga buah pohon pisang yang disebut “tanduran”.

Pohon pisang tersebut kemudian diarak ke puncak Gunung Bromo untuk dipersembahkan kepada Dewa Brahma.

Setelah itu, pohon pisang tersebut dipotong dan dibagikan kepada masyarakat.

3. Tradisi Gugur Gunung

Tradisi Gugur Gunung merupakan tradisi gotong royong yang digelar untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

Tradisi Gugur Gunung biasanya digelar pada hari Jumat Kliwon.

Masyarakat akan berkumpul di suatu tempat untuk membersihkan lingkungan sekitar, seperti jalan, sungai, dan makam.

4. Tradisi Kirab Oncor

Tradisi Kirab Oncor merupakan tradisi adat yang digelar untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Tradisi Kirab Oncor dimulai dengan ritual doa bersama di masjid atau mushola.

Setelah itu, masyarakat akan berkeliling kampung dengan membawa obor atau oncor.

Tinggalkan Komentar