Summer Course on Oral History Jadi Langkah Inovatif Departemen Sejarah UM

Kota Malang, inimalangraya.com – Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah inovatif dalam pengembangan metode penelitian sejarah dengan menyelenggarakan ‘Summer Course on Oral History’.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari 7 hingga 11 Juli 2025, ini merupakan bagian penting dari penelitian bertajuk “Development of a Digital Module as a Guide for Oral History Training and Research in Indonesia.”
Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang juga tampil sebagai keynote speaker pertama. Dalam kuliahnya, ia menekankan peran krusial sejarah lisan.
“Pentingnya sejarah lisan adalah dalam mengkaji masa lalu untuk dapat menggali peristiwa yang tidak ada dalam buku-buku sejarah formal dan arus utama,” tegas Profesor Hariyono kepada awak media.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa dalam melakukan sejarah lisan tidak berarti mengabaikan sumber tertulis, karena sumber lisan bisa mengkritisi sumber tertulis dan sumber tertulis bisa memverifikasi sumber lisan.
Summer course ini diikuti oleh para peserta dengan kapasitas 20 seat, dari total 54 pendaftar sebelumnya telah diseleksi terlebih dahulu.
Kegiatan dipusatkan di Gedung A6 FIS UM dan GKB A19 UM untuk sesi perkuliahan, sementara praktik lapangan akan dilaksanakan di dua lokasi kaya akan narasi sejarah, yaitu kawasan Pecinan Kota Malang dan Desa Pandansari, Kabupaten Malang.
Inovasi Modul Digital Sejarah Lisan
Penyelenggaraan summer course ini menjadi ajang peluncuran dan uji coba sebuah modul digital inovatif yang dapat diakses melalui laman https://sejarahlisan.um.ac.id/.
Pengembangan modul ini dilatarbelakangi oleh langkanya bahan ajar sejarah lisan yang fleksibel dan dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Proyek penelitian dan pengembangan modul ini dipimpin oleh ketua peneliti, Aditya N. Widiadi, Ph.D., bersama anggota tim dari UM yaitu Indah Wahyu Puji Utami, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Wahyu Djoko Sulistyo, M.Hum., dan Arif Subekti, M.A. dengan luaran skema International Research Network (IRN)
Keistimewaan proyek ini terletak pada kolaborasi internasional yang solid, melibatkan pakar-pakar ternama seperti Prof. Dr. Diana Suhardiman dan Prof. Dr. Fridus Steijlen dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) & Leiden University, serta Dr. Eveline Buccheim dari NIOD Institute for War, Holocaust and Genocide Studies.
Aditya N. Widiadi menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak di kalangan akademisi dan peneliti.
“Oral History Collective, yang merupakan himpunan peneliti sejarah lisan dari UGM, UM, UKSW, KITLV, NIOD, Leiden, dan Utrecht, menunjuk UM karena keunggulannya dalam inovasi pembelajaran untuk mengembangkan modul ini,” terangnya.
Sebagai tambahan informasi, tim peneliti yang terdiri dari Aditya, Indah, Prof. Fridus, dan Dr. Eveline telah merampungkan pengembangan modul sebelum akhirnya diimplementasikan dalam summer course di UM pada bulan Juli ini.
Rencananya, kegiatan serupa juga akan diselenggarakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada September 2025.
“Melalui kombinasi perkuliahan dari para ahli dan akses langsung ke modul digital, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman komprehensif dan keterampilan praktis dalam melakukan penelitian sejarah lisan, sebuah metode yang semakin diakui perannya dalam memperkaya dan mengkritisi narasi sejarah yang telah mapan,” tandasnya.
BACA JUGA


Hello i want to apply for a summer course offered by your university,
Because what i have read here is a very innovative and inspiring courses you peoples offer, so please can i have a link to apply to one of your summer courses?
li class="comment byuser comment-author-adm_mlgraya3 bypostauthor odd alt depth-2" id="comment- 1116">

Tri Sukma
5 bulan lalu
We will contact you as soon as there is a new offer. Thank you