Pak Bhabin Amankan Tradisi Kirab Tahun Baru Islam 1446 H

Polsek Kedungkandang, khususnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Madyopuro, Aipda Imam M, bersama anggota lainnya, memantau langsung kegiatan tradisi arak-arakan “Mbabar Mbubur Suro dan Kirab Takir Jenang Suro” untuk menyambut tahun baru islam 1446 H
Kirab Mbabar Mbubur Suro dan Kirab Takir Jenang Suro

MALANG, inimalangraya.com,– Dalam kegiatan menyambut awal tahun baru Islam 1 Muharam 1446 H Polsek Kedungkandang, khususnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Madyopuro, Aipda Imam M, bersama anggota lainnya, memantau langsung kegiatan tradisi arak-arakan “Mbabar Mbubur Suro dan Kirab Takir Jenang Suro”. Kegiatan ini berlangsung di Langgar Makam Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro.

Melestarikan Budaya dan Tradisi

Menurut Aipda Imam, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi masyarakat setempat serta menyambut awal tahun baru Islam 1 Muharam 1446 H. “Kami hadir di sini untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara,” ujarnya pada Sabtu, 06/07.

Meriah dengan Pertunjukan Budaya

Acara ini dihadiri sekitar 200 warga dan jurnalis. Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan budaya dan kesenian tradisional untuk menyambutan tahun baru Islam. “Kami juga ingin memastikan bahwa tradisi ini dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku,” tambahnya.

Jalannya Arak-Arakan

Kegiatan arak-arakan penyambutan tahun baru Islam dimulai dari pintu masuk Perum BTU Kel Madyopuro menuju area makam Ki Ageng Gribig. “Di sepanjang perjalanan, para peserta kirab kami imbau agar tetap tertib dan tidak keluar barisan, agar tidak mengganggu pengguna Jl Raya Gribig,” jelas Aipda Imam.

Baca Juga:

 

Doa Bersama di Makam Ki Ageng Gribig

Sesampainya di makam Ki Ageng Gribig, para peserta kirab kemudian melakukan doa bersama untuk menyambut awal tahun baru Islam. “Tradisi Mbabar Mbubur Suro dan Kirab Takir Jenang Suro ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat setempat,” kata Aipda Imam.

Dukungan untuk Pelestarian Budaya

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Camat, Disporapar, Budayawan, Perangkat Kelurahan, Linmas, Sesepuh warga, dan peserta kirab. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap tradisi ini dan pentingnya menjaga kelestarian budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Harapan untuk Generasi Muda

Aipda Imam berharap, “Kami turut menjaga bahwa tradisi ini tetap lestari dan diwariskan kepada generasi muda, sekaligus selain menjadi daya tarik wisata juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar area makam Ki Ageng Gribig.” Tradisi ini tidak hanya memperkuat ikatan budaya, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Sumber: humas.polri.go.id

Tinggalkan Komentar