Pj. Wali Kota Malang Siap Revitalisasi Angkot: Apa yang Baru?

Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM berdialog langsung dengan para sopir angkotan kota (angkot) di Terminal Arjosari. Foto: Pemkot Malang
Kegiatan Ngobrol Bareng Angkutan Kota Malang

MALANG, inimalangraya.com,– Pada acara Ngobrol Bareng Angkot (Ngangkut) yang digagas oleh Dishub Kota Malang, Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, mengumumkan rencana besar untuk merevitalisasi angkutan kota. Tahun ini, Pemkot Malang akan fokus pada pembenahan transportasi publik dengan menambah fasilitas penunjang kenyamanan.

Fasilitas Baru untuk Kenyamanan Penumpang

Dalam pembenahan ini, Wahyu menjelaskan bahwa angkot akan dilengkapi dengan AC, musik, sopir berseragam, dan jadwal keberangkatan yang teratur. Selain itu, Pemkot Malang akan menggandeng pihak ketiga untuk membayar sopir secara bulanan. Upah yang diberikan diupayakan setara dengan upah minimum regional Kota Malang.

Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan

Wahyu juga menyebutkan adanya komunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengimplementasikan program Buy The Service (BTS), yang telah sukses di beberapa kota lain. “Kami ingin menyelesaikan permasalahan transportasi publik di Kota Malang. Saat ini transportasi publik semakin menurun dan arahnya tidak jelas,” tegasnya.

 

Baca Juga: Revitalisasi Angkot Malang: Harapan Baru di Tengah Kota

 

Pengaturan Jalur untuk Angkutan Daring

Untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, khususnya angkutan daring, Pemkot Malang akan mengatur jalur sehingga semua moda transportasi dapat beroperasi dengan harmonis. “Sopir angkot mendapat penghasilan yang layak, dan angkutan daring tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Wahyu.

Target Realisasi Tahun Ini

Wahyu menargetkan semua langkah ini akan terealisasi dalam tahun ini, dengan harapan angkot tetap diminati oleh masyarakat dan mampu bersaing dengan angkutan daring. Saat ini, terdapat 1.116 angkutan kota, 3.000 sopir, dan 200 angkot yang layak jalan di Kota Malang.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Malang berharap transportasi publik kembali menjadi pilihan utama masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sopir angkot, dan menciptakan sistem transportasi yang lebih baik dan teratur.

Tinggalkan Komentar