Pelatihan SAR di Malang: Masyarakat Siap Tanggap Bencana

MALANG, inimalangraya.com,–BPBD Kota Malang baru saja menyelenggarakan Pelatihan Search and Rescue (SAR) di Hotel Aria Gajayana, menghadirkan 150 peserta dari berbagai kelurahan, Selasa (23/7). Pelatihan ini merupakan hasil dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan bertujuan untuk membentuk masyarakat yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi bencana.
Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. “Peran anggota SAR sangat krusial, namun jumlah sumber daya manusia yang terbatas membuat keterlibatan masyarakat menjadi kunci,” ujar Wahyu. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk turut aktif dalam pencarian dan pertolongan saat bencana terjadi.
Kesiapan yang Terus Diasah
Wahyu juga menyoroti bahwa antisipasi dan pelatihan harus dilakukan terus-menerus agar masyarakat terbiasa dan siap menghadapi bencana. “Pelatihan ini dirancang untuk membekali relawan dengan keterampilan yang dibutuhkan saat bencana, terutama di wilayah-wilayah rawan,” tambahnya.
Pemkot Malang telah berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana tanggap bencana, tidak hanya di BPBD, tetapi juga di PMI, PMK, kesehatan, serta di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan kesiapan yang lebih komprehensif,” jelas Wahyu.
Tantangan Banjir dan Ancaman Lainnya
Banjir adalah potensi bencana yang sering mengancam Kota Malang. Namun, Wahyu mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana lain seperti gempa dan tanah longsor. “Dengan pelatihan ini, kita berupaya untuk selalu siap dalam menghadapi berbagai jenis bencana,” katanya.
Ilmu Praktis dari Para Ahli
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Drs. Prayitno, M.Si, menegaskan bahwa program pelatihan ini tidak hanya memberikan teori tetapi juga ilmu praktis dari narasumber seperti PMI, Tagana, dan Basarnas. “Kami berharap peserta pelatihan dapat memahami kebencanaan dengan lebih baik dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Prayitno berharap melalui pelatihan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya penanggulangan bencana dapat tumbuh dan membentuk masyarakat yang tangguh dan mandiri. “Pada akhirnya, tujuan utama kita adalah menciptakan masyarakat yang siap dan mampu menghadapi bencana,” tutupnya.
Sumber: Pemkot Malang
BACA JUGA
