Pelajar Malang Diajak Teladani Semangat Pejuang TRIP

Sarasehan Sejarah Perjuangan Pelajar Pejuang TRIP di Museum Brawijaya Malang, Wahyu mengajak para pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa untuk mendalami serta mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur di Jalan Salak pada 31 Juli 1947. Foto: Pemkot Malang
Sarasehan Pahlawan TRIP

MALANG, inimalangraya.com,– Dalam momen bersejarah yang mengingatkan akan pengorbanan 35 pelajar pejuang TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyerukan kepada generasi muda untuk meneladani semangat juang para pahlawan ini.

Dalam acara Sarasehan Sejarah Perjuangan Pelajar Pejuang TRIP di Museum Brawijaya Malang, Wahyu mengajak para pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa untuk mendalami serta mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur di Jalan Salak (kini Jalan Pahlawan Trip Malang) pada 31 Juli 1947.

Dengan tema ‘Perdjoeangan Koeteroeskan Sampai ke Achir Djaman, Akoe Tak Soedi Mendjadi Peladjar Djadjahan’, Wahyu berharap melalui sarasehan ini, generasi muda dapat lebih mengenal sejarah kota mereka sendiri.

“Sarasehan ini diadakan untuk mengenang 77 tahun pertempuran TRIP. Selain mengenang, kita ingin siswa mengetahui sejarah yang ada di Kota Malang. Banyak yang belum mengetahui sejarah Jl. Pahlawan TRIP,” ungkap Wahyu.

TRIP: Cikal Bakal Pejuang Pelajar

TRIP, yang awalnya terbentuk dari Barisan Keamanan Rakyat (BKR) saat melawan tentara Jepang pada 1945, kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat Pelajar (TKRP), dan akhirnya berubah menjadi TRIP pada 17 Januari 1946. Para pelajar ini, berusia 15-18 tahun, bergabung dengan tentara untuk melawan penjajah. Keberanian dan keteladanan mereka menjadi bukti nyata semangat juang pemuda di Malang.

Monumen ini menggambarkan dua pelajar memanggul senjata didirikan untuk mengenang kegigihan mereka.

“Hari ini, dalam rangkaian kegiatan Mastrip ke-77, kita mengadakan sarasehan yang mengundang pelajar dari SMP, SMA, dan mahasiswa, serta guru IPS, termasuk guru sejarah, agar mereka bisa menjelaskan sejarah ini kepada siswa-siswanya,” jelas Wahyu.

Wahyu menekankan pentingnya bagi pelajar saat ini untuk tidak melupakan sejarah dan meneladani semangat patriotisme para pahlawan TRIP.

“Mastrip itu tentara pelajar, tentu pelajar-pelajar sekarang harus bisa meneruskan perjuangan mereka. Jika dulu perjuangan melawan Belanda, saat ini perjuangan adalah bagaimana menjadikan pelajar berkualitas untuk Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dengan menggali kembali semangat juang TRIP, generasi muda diharapkan dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang, sembari tetap menghormati dan mengenang perjuangan para pendahulu.

Sumber: Pemkot Malang

Tinggalkan Komentar