Disdikbud Malang Ajak Sekolah Bangun Hubungan Media Massa

Diklat Edukasi Media Massa bagi Kepala Sekolah se-Kota Malang di Gedung Kesenian Gajayana pada Selasa (30/7) hingga Rabu (31/7), Foto: Pemkot Malang
Diklat Edukasi Media Massa Bagi Kepala Sekolah se-Kota Malang

MALANG, inimalangraya,– Di era digital yang semakin maju, informasi memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memahami betul pentingnya hal ini. Untuk itu, mereka menggelar Diklat Edukasi Media Massa bagi Kepala Sekolah se-Kota Malang di Gedung Kesenian Gajayana pada Selasa (30/7) hingga Rabu (31/7). Acara ini bertujuan untuk mendorong sekolah agar lebih terbuka dan aktif menjalin hubungan dengan media massa.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, menekankan pentingnya kolaborasi dengan media massa. Menurutnya, media adalah mitra yang harus diajak bekerja sama untuk menyampaikan informasi yang benar dan membangun citra positif.

“Tanpa media, kita tidak bisa seperti ini. Namun harus terarah dan memiliki dasar agar saat menemui media juga tidak takut atau salah bicara,” ungkap Suwarjana.

Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi, peran media sangat penting. Meski demikian, tantangan besar seperti penyebaran berita hoaks dan informasi tidak valid harus diwaspadai.

“Penting sekali bagi kepala sekolah, guru, karyawan, serta siswa dan orang tua untuk meningkatkan literasi digital agar bisa menyaring dan memverifikasi informasi yang diterima,” jelas Wahyu.

Membangun Relasi yang Baik

Dalam acara yang dihadiri sekitar 450 Kepala SD dan SMP Negeri maupun Swasta ini, Wahyu berharap sekolah dapat menjalin kerja sama yang baik dengan media massa.

“Selama ini masih ada anggapan bahwa relasi dengan media massa bukanlah suatu hal yang penting, bahkan malah menghindari. Harapannya, kedekatan antara sekolah dengan media berjalan baik karena kita amat membutuhkan kerja sama dengan media,” katanya.

Wahyu mengingatkan bahwa penting bagi pihak sekolah untuk selalu berhati-hati dengan berita hoaks. Oleh karena itu, sekolah didorong untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait tata cara dan ketentuan bagi wartawan dan LSM yang ingin mengakses informasi dari sekolah.

Dengan demikian, hubungan kerja sama yang baik, kredibel, dan terpercaya dapat terjalin sehingga informasi yang disampaikan kepada publik adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wahyu mengapresiasi Disdikbud Kota Malang yang memilih Gedung Kesenian Gajayana sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah. Ia juga memberikan apresiasi kepada SMP Negeri 2 Kota Malang dan SMP Negeri 13 Kota Malang yang berhasil masuk 5 Terbaik Inovasi Kelompok Replikasi Inovasi Kluster Kota.

“Dengan memanfaatkan gedung ini kembali, kita turut melestarikan bangunan heritage dan bersejarah di Kota Malang,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Kota Malang semakin terbuka dan proaktif dalam berinteraksi dengan media massa. Dengan demikian, informasi yang disampaikan mampu membangun citra positif bagi sekolah dan dunia pendidikan di Kota Malang. Acara ini merupakan langkah awal menuju hubungan yang lebih baik antara institusi pendidikan dan media, yang saling mendukung dan membangun.

Sumber: Pemkot Malang

Tinggalkan Komentar