Adika MAN 2 Malang Raih Penghargaan Internasional IPho

Adika Rasendriya A.P, siswa kelas XII IPA 8 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang. Foto: Kemenag
Peraih Honorable Mention di ajang International Physics Olympiad (IPho) 2024

MALANG, inimalangraya.com,- Adika Rasendriya A.P, siswa kelas XII IPA 8 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, baru-baru ini mencatatkan namanya dalam sejarah akademik Indonesia dengan meraih Honorable Mention di ajang International Physics Olympiad (IPho) 2024 yang diadakan di Isfahan, Iran. Acara bergengsi ini berlangsung dari 21 hingga 29 Juli 2024, dan diikuti oleh sekitar 196 peserta dari 46 negara.

International Physics Olympiad (IPho) adalah kompetisi fisika tingkat dunia yang diselenggarakan setiap tahun di negara yang berbeda. Tahun ini, Iran menjadi tuan rumah bagi para jenius muda dari seluruh dunia, termasuk Adika yang mewakili Indonesia.

Adika adalah salah satu siswa berprestasi di MAN 2 Kota Malang. Sebelumnya, ia telah meraih medali di Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dengan prestasi tersebut, Adika terpilih untuk mengikuti IPho 2024 sebagai wakil Indonesia.

Kepala Madrasah H. Samsudin menyatakan kebanggaannya atas prestasi Adika. “Alhamdulillah, ananda Adika Rasendriya, peserta didik kami, yang mewakili Indonesia, meraih prestasi dengan mendapatkan Honorable Mention di ajang IPho di Iran. Kami berterima kasih kepada Pemerintah, Kemenag, serta orang tua, yang telah mendukung Ananda Adika dalam menghadapi ajang internasional ini,” ucapnya saat menyambut Adika dan orang tuanya.

Pengalaman Adika di Iran

Adika menceritakan pengalamannya yang sangat padat selama di Iran. “Agenda IPho sangat sibuk. Kami memulai dengan cultural events and games pada 21 Juli. Setelah itu, 22 Juli upacara pembukaan dan kunjungan ke perusahaan teknologi, museum sains, serta pameran kerajinan tangan. Tes eksperimen dilakukan pada 23 dan 24 Juli, diikuti dengan kunjungan ke situs bersejarah,” jelas Adika.

Adika menambahkan pada 25 Juli, peserta IPho menjalani tes teori di samping kegiatan karyawisata. Selama 26 hingga 27 Juli, mereka terlibat dalam ekskursi. Kemudian, pada 28 Juli, digelar upacara penutupan dan pengumuman pemenang, diikuti dengan kunjungan ke situs bersejarah dan pesta makan malam perpisahan. Akhirnya, pada 29 Juli, semua peserta kembali ke negara asal mereka masing-masing.

Adika berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di masa depan. “Semoga prestasi internasional ini dapat dipertahankan dan diteruskan oleh adik kelas saya, sehingga dapat lebih berprestasi, membawa nama harum madrasah dan Indonesia,” tutupnya.

Dengan pencapaian ini, Adika Rasendriya tidak hanya membawa pulang penghargaan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini adalah contoh nyata dari dedikasi dan kerja keras yang membuahkan hasil yang gemilang.

Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Komentar