Posyandu Malang Perkuat ILP untuk Target 85% Kunjungan

MALANG, inimalangraya.com,-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah melaksanakan kegiatan advokasi dan koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Tingkat Kota di Hotel Harris Kota Malang pada Kamis, (15/8).
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur termasuk puskesmas, kader posyandu, dan perangkat daerah terkait. Tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan pelayanan kesehatan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP) di posyandu.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, drg. Zamroni, menegaskan bahwa posyandu kini menyediakan layanan bagi seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Layanan ini diperkuat dengan kunjungan rumah oleh kader posyandu yang dilakukan secara terencana.
“Tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi seluruh siklus kehidupan menjadi target pelayanan posyandu saat ini,” jelas Zamroni.
Statistik dan Tantangan Kunjungan Posyandu
Saat ini, Kota Malang memiliki 646 posyandu dengan jumlah kader aktif mencapai 6.246 orang. Namun, angka kunjungan masyarakat ke posyandu masih belum mencapai target sebesar 85 persen. Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, tingkat kunjungan posyandu hanya mencapai 59,95 persen. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan berbagai intervensi dan inovasi, salah satunya melalui penguatan posyandu ILP.
Pada tahun 2024, Dinkes Kota Malang menyiapkan 16 puskesmas pembantu (pustu) dan 57 posyandu untuk ILP, dengan target setiap kelurahan memiliki posyandu ILP. Zamroni menjelaskan bahwa hingga 31 September 2024, semua kader posyandu yang menjadi lokus ILP sudah akan terlatih dan dinilai dengan 25 kompetensi kader.
“Nanti akan kita kembangkan secara bertahap, sehingga semua bisa ILP,” ungkap Zamroni.
Penguatan posyandu ILP diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke posyandu dan pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
Manfaat Posyandu ILP Bagi Masyarakat
Dengan adanya posyandu ILP, masyarakat mendapatkan akses lebih mudah dan luas terhadap layanan kesehatan yang komprehensif. Layanan ini mencakup seluruh siklus kehidupan, memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perhatian yang sesuai dengan tahap kehidupannya.
Kader posyandu yang terlatih dan kompeten menjadi ujung tombak dalam penyampaian layanan kesehatan di masyarakat. Dengan pelatihan yang memadai, mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien, serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Posyandu ILP mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu, seperti kunjungan rutin dan mengikuti program kesehatan, sangat penting untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinkes Kota Malang, diharapkan posyandu dapat semakin berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Keterlibatan dan dukungan dari semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sumber: Pemkot Malang
BACA JUGA
