Temuan Buah Loa, Tim MAN 2 Malang Raih Emas di MyRES 2024

Dalam ajang Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) 2024, tim dari MAN 2 Kota Malang berhasil menunjukkan keunggulannya di bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST)
Bylqhiz Ghanisah Bustomi dan Gaea Alexa Sulthana kelas XI MIPA 8, siswi MAN 2 Malang raih emas di MyRES 2024. Foto: man2kotamalang.sch.id

Kota Malang, inimalangraya.com,- Dalam ajang Madrasah Young Researcher Supercamp (MyRES) 2024, tim dari MAN 2 Kota Malang berhasil menunjukkan keunggulannya di bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) dengan meraih medali emas. Prestasi ini membuktikan kualitas pendidikan yang tinggi di madrasah tersebut.

Penghargaan ajang MyRES 2024 ini diberikan pada acara penutupan MyRES dan KSM di Ternate, Jumat, (6/9). Prestasi ini berhasil diraih olhe Bylqhiz Ghanisah Bustomi dan Gaea Alexa Sulthana, keduanya siswa kelas XI MIPA 8. Mereka berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih medali emas.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian siswa-siswinya.

“Alhamdulillah, kita berhasil meraih hasil terbaik di Myres. Semoga prestasi ini memotivasi kami untuk lebih baik lagi di masa mendatang,” ujarnya.

Penemuan Buah Loa Sebagai Obat Hipertensi

Prestasi tim MAN 2 Kota Malang tak lepas dari temuan menarik yang mereka bawa dalam penelitian mereka. Tim MAN 2 Kota Malang melakukan riset denganjudul “Analisis Aktivitas Antioksidan Senyawa Buah Loa Petirtaan Watugede Sebagai Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitor Berbasis Molecular Docking”. Tim ini berhasil membuktikan bahwa buah Loa yang ditemukan di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki khasiat ampuh melawan hipertensi.

Samsudin menjelaskan bahwa buah Loa, yang biasanya tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, ternyata mengandung senyawa yang mampu menekan enzim penyebab penyempitan pembuluh darah.

“Buah ini berpotensi menjadi obat untuk hipertensi, penyakit yang menjadi silent killer di Indonesia,” ujar Samsudin.

Dalam uji laboratorium, Gaea Alexa Sulthana, salah satu peneliti, mengungkapkan bahwa ekstrak buah Loa bekerja sebagai Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitor. Hal ini berarti buah tersebut mampu menghambat enzim yang memicu pembentukan hormon penyebab peningkatan tekanan darah. Dengan teknik molecular docking, interaksi molekul dalam buah Loa bisa dianalisis secara akurat, menunjukkan potensi besar dalam dunia medis.

“Ekstrak Loa memiliki kandungan antioksidan tinggi, seperti flavonoid dan saponin, yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas,” jelas Gaea.

Wila Azaria, guru pembimbing riset, menekankan bahwa temuan ini masih dalam tahap awal dan perlu pengembangan lebih lanjut sebelum bisa menjadi obat siap konsumsi.

“Kita perlu uji lanjutan, termasuk pengujian high-performance liquid chromatography (HPLC) dan uji in vivo pada organisme hidup,” tutur Wila.

Jika dikembangkan dengan baik, buah Loa dapat menjadi sumber ekonomi yang berharga, terutama bagi masyarakat di Kabupaten Malang yang memiliki pohon ini dalam jumlah besar.

 Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Komentar