DP3A Kabupaten Malang Siap Luncurkan Aplikasi SMART PPA Berteknologi AI

DP3A Kabupaten Malang SMART PPA
Kepala DP3A Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo (Toski)

Kabupaten Malang, Inimalangraya.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, telah siap membuat SMART PPA, berteknologi Artificial intelligence (AI), yang terintegrasi lintas sektoral.

Kepala DP3A Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan phaknya menciptakan SMART PPA ini seiring dengan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Malang yang sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahun.

“Berdasarkan data kekerasan di UPTD PPA Kabupaten Malang, kasus kekerasan terhadap anak tahun 2023 sebanyak 95 kasus dengan korban sebanyak 121 anak, jumlah itu meningkat dibanding tahun 2022 ada sebanyak 78 kasus dengan jumlah korban sebanyak 106 anak,” ucapnya.

Sementara, lanjut Arbani, kasus kekerasan kepada perempuan di tahun 2023 tercatat ada 44 kasus, jumlah itu meningkat lima kasus dibandingkan tahun 2022 yang terdapat 39 kasus.

“Dengan peningkatan kasus menunjukkan bahwa angka kekerasan kepada anak dan perempuan sangat tinggi. Ini yang terus kami cari tahu sebabnya,” jelasnya.

DP3A Kabupaten Malang Sebut SMART PPA Sebagai Solusi Terbaik Kurangi Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

Arbani menyebutkan, salah satu penyebab tingginya angka kekerasan kepada anak dan perempuan adalah perkawinan kepada anak.

“Melalui aplikasi SMART PPA inilah, diharapkan nantinya dapat dicegah terkait perkawinan usia anak,” terangnya.

Arbani menjelaskan, dengan adanya aplikasi ini semuanya akan terintegrasi, mulai dari laporan masuk, sampai dengan kegiatan konseling sebelum terjadi perkawinan.

“Jadi seseorang yang masih berusia anak, saat mau menikah mereka harus laporan. Karena ini terintegrasi, mereka yang akan menikah akan mendapatkan pelayanan. Sehingga saat mereka kemudian menikah, sudah siap secara fisik maupun mental,” ulasnya.

Akan tetapi, ketika ditanya kapan direalisasikan, Arbani menjawab bahwa pihaknya telah melakukan beragam persiapan.  Termasuk mengkonsultasikan program ini kepada Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Nurman Ramdansyah SH, M.Hum.

“Pj Sekda mendukung terjadap program kami, dan meminta segera merealisasikan. Ini sekarang kami masih melakukan penyempurnaan. Jika semuanya oke, bulan ini akan dilaunching. Tunggu saja, ungkapnya. Yang jelas harapan kami melalui aplikasi ini nanti angka kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat ditekan,” tukasnya.

Tinggalkan Komentar