BPBD Kabupaten Malang Antisipasi Daerah Rawan Kekeringan

Kabupaten Malang, Inimalangraya.com – BPBD Kabupaten Malang mulai petakan daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang R Ichwanul Muslimin S.H., M.si. mengatakan, memasuki puncak kemarau, pihaknya telah menerima permohonan bantuan air bersih.
“Kita telah menerima pengajuan permohonan bantuan air bersih. Permohonan itu berasal dari Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Tapi kondisi di desa itu belum masuk kategori kering kritis,” ucapnya, saat dikonfirmasi, Kamis (22/8).
Menurut Ichwanul, di Kabupaten Malang ada beberapa daerah yang diprediksi akan terdampak kekeringan tahun 2024 ini. Daerah-daerah itu sama dengan daerah yang terdata pada tahun 2023 lalu.
“Berdasarkan catatan kami, daerah-daerah itu sama dengan catatan kami di tahun lalu, di tahun 2023 itu ada enam kecamatan 20 desa,” jelasnya.
Keenam kecamatan itu, lanjut Ichwanul, yakni Kecamatan Singosari, Jabung, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kalipare, Donomulyo, dan Kecamatan Sumberpucung.
“Kalau di Singosari dan Jabung itu 1 desa, yang paling banyak itu di Sumawe (Sumbermanjing Wetan) ada 11 Desa, di Kalipare itu ada empat desa, untuk Donomulyo dan Sumberpucung itu masing-masing 1 desa,” terangnya.
Akan tetapi, tambah Ketua BPBD Kabupaten Malang itu, ada beberapa wilayah di Kabupaten Malang yang sudah tidak terdampak kekeringan. Namun, juga ada wilayah yang justru bertambah kawasan terdampak kekeringannya.
“Kalau Donomulyo itu sudah berkurang, tinggal satu desa, itu karena program bantuan pemerintah berupa sumur bor melalui hippa. Kemudian ada lagi perluasan jaringan distribusi PDAM. Tapi Sumbermanjing Wetan bertambah,” tegasnya.
Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Kabupaten Malang sudah tidak lagi terdampak kekeringan, lantaran program pemerintah melalui pengeboran melalui hippa, dan ada perluasan jaringan distribusi PDAM.
BACA JUGA
