BBKSDA Jatim Lepas Lima Lutung ke Cagar Alam Pulau Sempu

Kota Batu, inimalangraya.com,- Sebagai bagian dari upaya konservasi, lima ekor Lutung Budeng telah dilepasliarkan di Cagar Alam Pulau Sempu oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim dan Javan Langur Centre – The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP). Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi lutung di Jawa Timur.
Satwa langka ini berhasil diamankan dari tangan pelaku kejahatan satwa liar di Lamongan dan Probolinggo pada tahun 2023. Kelima lutung tersebut bernama Bella, Sarah, Tejo, Supri, dan Yudi, mereka menjalani rehabilitasi selama hampir dua tahun di Coban Talun. Kini, mereka telah siap untuk kembali ke alam bebas di Pulau Sempu.
Selama di pusat rehabilitasi, kesehatan lutung-lutung ini dipulihkan, termasuk memastikan mereka bebas dari penyakit bawaan dan zoonosis—penyakit yang dapat menular dari manusia.
Menurut Iwan Kurniawan, Manajer JLC-TAFIP, rehabilitasi ini melibatkan metode environmental enrichment atau pengkayaan lingkungan untuk mengembalikan perilaku alami lutung.
“Ada tiga tahapan dalam rehabilitasi: adaptasi lingkungan, pakan, dan sosial. Ini memastikan lutung siap untuk dilepas ke alam bebas,” jelas Iwan.
Sebelum benar-benar dilepas ke alam liar, lutung-lutung tersebut menjalani masa habituasi di kandang pelepasan berbahan jaring polinet di Pulau Sempu. Proses ini memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru secara bertahap, meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.
Upaya Pelestarian Berkelanjutan di Pulau Sempu
Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, menyatakan bahwa pelepasliaran ini adalah yang keempat kalinya dilakukan di Pulau Sempu. Terdapat total 15 ekor lutung telah dilepaskan sebelumnya.
“Kami berharap mereka bisa berkembang biak dan berkontribusi dalam melestarikan populasi lutung di habitat alaminya,” ujar Heru Rudiharta, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jatim.
Pasca pelepasliaran, tim BBKSDA Jatim dan JLC-TAFIP akan memantau lutung-lutung ini secara intensif. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan mereka mampu beradaptasi dan hidup mandiri di alam liar. Hal tersebut juga untuk melihat perkembangan populasi lutung di Pulau Sempu sebagai bagian dari upaya konservasi jangka panjang di Jawa Timur.
Sumber: Diskominfo Jatim
BACA JUGA

