SDG 17 Departemen Sejarah UM dan KITLV Dorong Pemanfaatan Koleksi Arsip RtF

SDG 17 UM KITLV
Departemen Sejarah FIS UM tandatangani IA dengan KITLV Belanda (Dok)

Kota Malang, inimalangraya.com – Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) tndatangani Implementation of Agreement (IA) dengan Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde (KITLV), Belanda sebagai salah satu bentuk SDG 17 Partnership For The Goals.

IA merupakan  tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara UM dengan KITLV dengan nomor surat 7.3.15/UN32/KS/2023.

Giat yang berlangsung pada  Selasa (11/2/2025) dihadiri  Kepala Departemen Sejarah sekaligus Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D. kemudian Sekretaris Departemen Sejarah sekaligus Koordinator Program Studi S1 Sejarah, Arif Subekti, S.Pd., M.A. dan juga Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Sejarah, Aditya Nugroho Widiadi, Ph.D.

Sedangkan Ireen Hoogenboom, M.A., selaku Kepala Proyek program Recording the Future Mewakili pihak KITLV

Tujuan utama IA  adalah sebagai wadah giat kerjasama pemanfaatan koleksi arsip audio-visual yang merupakan proyek Recording the Future (RfF).

Sedangkan wujud  giat ini adalah guest lecture yang berlangsung pada Senin 10 Februari 2025, kemudian kolaborasi pembimbingan tugas akhir mahasiswa, dan juga  monitoring hasil pemanfaatan arsip tersebut.

Periode IA berlangsung 1 tahun, yaitu terhitung  1 Februari 2025 sampai 1 Februari 2026. Selama periode  ini, akan berlangsung monitoring hasil pemanfaatan arsip RTF sekurang-kurangnya dua kali.

Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya IA ini, yakni kepada tim publikasi-mentor.

“Kami ucapkan terima kasih, khususnya KITLV yang sudah buka peluang pemanfaatan koleksi arsip RtF untuk penulisan tugas akhir mahasiswa kami. Semoga giat ini dapat  menginspirasi pemanfaatan arsip RtF di tempat lain,” katanya seperti dikutip dari rilis yang diterima media pada Kamis (13/2/2025).

Mengenal Recording The Future

Kerja sama Departemen Sejarah UM dengan  KITLV sebagai salah satu bentuk SDG 17 ini memungkinkan mahasiswa dalam manfaatkan arsip audio-visual dari proyek Recording the Future dalam penelitian skripsi dan tesis.

Setelah serangkaian proses seleksi, terdapat tiga proposal penelitian mahasiswa yang terpilih dapatkan akses ke arsip tersebut.

Yang pertama adalah mahasiswa S2 Pendidikan Sejarah Gedhe Ashari yang membuat film dokumenter dengan judul Riwayat Kewan” dimana film itu adalah sebagai bagian dari tesisnya.

Kemudian ada mahasiswa S1 Sejarah Edo Pacsi Primadani akan menulis skripsi tentang mengenai dinamika Terminal Joyoboyo pada awal abad ke-21.

Mahasiswa  S1 Sejarah berikutnya yaitu M. Ali Faqih  yang melakukan penelitian  bagaimana warga Kota Surabaya isi waktu malam di awal abad ke-21.

Salah satunya adalah budaya nongkrong di warung kopi (warkop) serta dan hiburan di Taman Hiburan Remaja (THR).

Ketiga mahasiswa terpilih, sebagai bagian dari program ini, ikuti serangkaian giat akademik untuk perkuat kualitas penelitian.

Mereka mempresentasikan karya mereka di qorkshop proposal yang berlangsung pada  7 Februari 2025 dimana mereka mendapatkan feedback atau umpan balik.

Setelah itu, mereka berkesempatan melakukan diskusi langsung dengan Ireen Hoogenboon sebagai project leader Recording the Future, pada 11 Februari 2025.

Diskusi tersebut adalah untuk mempertajam konsep penelitian mereka.

Kolaborasi ini tak sekadar buka akses mahasiswa ke sumber sejarah yang kaya, namun juga perluas wawasan  dalam penggunaan arsip audio-visual untuk metode penelitian sejarah.

Harapan Departemen Sejarah UM mendatang adalah  program SDG 17 Partnership For The Goals dengan KITLV ini dapat berkembang secara kontinyu sebagai  inspirasi  penelitian sejarah di tanah air .

Tinggalkan Komentar