UM Kenalkan TPS3R Sebagai Prasarana Pengelolaan Sampah Terpadu

UM pengelolaan sampah terpadu
UM optimalkan TPS3R peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025 (Ist)

Kota Malang, inimalangraya.com – Universitas Negeri Malang (UM) optimalkan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai prasarana pengelolaan sampah terpadu dalam acara peringatan hari Peduli Sampah Nasional 2025 di TPS3R UM.

Tujuan program ini untuk kurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta dukung konsep ekonomi sirkular di lingkungan kampus.

Langkah ini menjadi komitmen UM dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan .

Tampak hadir pada acara tersebut yaitu Ketua Green Campus UM Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. dan juga Ketua dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si, serta Wakil Rektor II UM Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak., M.M.

Turut hadir pula panitia Green Campus, tendik serta para mahasiswa.

Acara ini tekankan peran penting pengelolaan sampah terpadu secara keberlanjutan di lingkungan akademik UM.

Langkah Strategis UM Wujudkan Kampus Hijau Berkelanjutan

Prof. Sumarmi dalam sambutannya sampaikan optimalisasi TPS3R adalah langkah strategis wujudkan kampus hijau serta berkelanjutan.

“Kami ingin ciptakan sistem pengelolaan sampah yang tak sekadar kurangi limbah, namun juga berikan manfaat ekonomi serta edukasi untuk mahasiswa juga masyarakat sekitar,” kata Prof. Sumarmi seperti dikutip dari rilis resmi dari UM.

TPS3R merupakan alat pengolah sampah organik sebagai insinerator sampah dengan fungsi utama olah limbah tertentu melalui metode pembakaran terkendali.

Dengan demikian dapat kurangi volume sampah yang tak dapat didaur ulang sebagai bagian pengelolaan sampah secara efektif.

Diharapkan keberadaan insinerator tersebut dapat bantu tangani sampah residu yang secara alami sulit terurai.

Selain itu, Bank Sampah UM juga sudah beroperasi jadi sarana pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Jadi Sivitas akademika serta masyarakat dapat setorkan sampah yang punya nilai ekonomi, contohnya plastik, kemudian kertas juga logam.

Daftar harga untuk ragam jenis sampah yang dapat tertampung memang masih terbatas saat ini. Namun, nantinya akan diperluas sehingga dapat optimalkan manfaat ekonomi serta keberlanjutan program ini di masa mendatang.

Optimalisasi TPS3R seiring  visi UM sebagai uUniversitas unggul di bidang pendidikan serta pengembangan teknologi, termasuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Wakil Rektor II UM juga tekankan kampus hijau bukan sekadar konsep namun juga perlu perwujudan secara nyata.

Dengan adanya kegiatan ini, UM semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kampus hijau yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan, serta mengajak seluruh sivitas akademika untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Dampak Sarana Pengelolaan Sampah Terpadu UM Untuk Kampus serta Masyarakat

Diharapkan berdirinya TPS3R di UM jadi model pengelolaan sampah terpadu yang tak sekadar kurangi volume sampah masuk ke TPA.

Namun juga hasilkan produk bernilai ekonomis lewat proses daur ulang karena ada ragam manfaat yang dari giat ini.

Manfaat utama adalah pengurangan jumlah sampah yang berakhir di TPA sekaligus hasilkan kompos dari sampah organik dalam penghijauan kampus.

Tak hanya itu, TPS3R juga dapat manfaatkan sampah anorganik lewat daur ulang lebih efektif dimana pemanfaatan insinerator dapat mengolah sampah residu.

Tak hanya itu, TPS3R juga dapat kembangkan bank sampah supaya berdampak ekonomi lebih luas sekaligus berikan edukasi untuk mahasiswa serta warga terkait pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Melalui keterlibatan mahasiswa di program Project Lingkungan, program pengelolaan sampah terpadu UM ini dapat jadi sarana penelitian serta inovasi bidang lingkungan hidup serta dan keberlanjutan.

Tinggalkan Komentar