Inovasi Pendidikan di Malang: SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS

Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bercengkerama dengan siswa di SMPN 2 Kota Malang mendampingi kunjungan Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi (PKRI) Pelayanan Publik Tahun 2024 KemenPANRB. Foto: Pemkot Malang
Inovasi Pembelajaran Inklusif

MALANG, inimalangraya.com,– Dalam upaya menciptakan pelayanan publik yang inklusif dan optimal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memperkenalkan inovasi luar biasa melalui dua sekolah, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 13.

Kedua sekolah tersebut meluncurkan program pembelajaran khusus bagi siswa berkebutuhan khusus, masing-masing dengan nama Sinau Mandiri Bersama Anak Satwimaba Istimewa (SIMBA ASIA) dan Layanan Siswa Istimewa Galas Berwirausaha (NASI TIGA BERAS).

Inovasi SIMBA ASIA: Kemandirian dan Empati

Kepala SMP Negeri 2 Kota Malang, Riatiningsih, menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, inovasi SIMBA ASIA telah diterapkan untuk membantu 17 siswa istimewa yang memiliki berbagai kebutuhan khusus. Melalui program ini, siswa diajari keterampilan hidup sederhana seperti memasang kancing, menjahit, menggoreng telur, hingga menyeterika. Program ini juga melibatkan siswa lain sebagai Sahabat Siswa, yang membantu teman-teman istimewa mereka dalam beradaptasi dan mengembangkan keterampilan sosial.

NASI TIGA BERAS: Wirausaha untuk Siswa Istimewa

Sementara itu, SMP Negeri 13 Kota Malang telah mengembangkan NASI TIGA BERAS sejak tahun 2022. Program ini menekankan pada pembelajaran kontekstual dan kewirausahaan, dimana siswa diajarkan membuat produk seperti telur asin dan beternak ayam ras. Sinthian Susan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah menggali potensi wirausaha siswa inklusi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

 

Baca Juga:

 

Meskipun awalnya menghadapi tantangan dalam mendapatkan dukungan dari orang tua, program-program ini akhirnya diterima dengan baik. Riatiningsih mengungkapkan bahwa setelah penerapan SIMBA ASIA, 82% siswa istimewa mampu mencapai rata-rata nilai akademik di atas 80. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan diferensiasi yang diterapkan.

Inovasi SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di kota yang dikenal sebagai kota pelajar ini, tetapi juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Kedua inovasi ini masuk dalam 5 Terbaik Inovasi Kelompok Replikasi Inovasi Kluster Kota pada tahun 2024. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyatakan kebanggaannya atas capaian ini dan mengapresiasi kreativitas serta dedikasi guru-guru di Kota Malang.

Penjabat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa inovasi-inovasi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia berharap program-program ini dapat terus dikembangkan dan memberikan pelayanan pendidikan yang setara bagi semua siswa. Dukungan penuh dari Pemkot Malang menunjukkan komitmen dalam menciptakan ekosistem inklusif yang berkelanjutan.

Dengan keberhasilan inovasi ini, Kota Malang semakin dekat menuju inklusi pendidikan yang sesungguhnya. Hal ini membuktikan bahwa setiap siswa, tanpa memandang kondisi, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas dan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Sumber: Pemkot Malang

Tinggalkan Komentar