e-Detik: Tonggak Baru Kesehatan Ibu dan Anak di Jatim

Kamis (8/8), Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan peluncuran aplikasi e-Detik
Kamis (8/8), Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan peluncuran aplikasi e-Detik. Foto: Diskominfo Jatim/Wahyu

JATIM, inimalangraya.com,- Kamis (8/8), Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan peluncuran aplikasi e-Detik. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur. Peluncuran ini disambut positif oleh berbagai pihak, mengingat tingginya angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian serius di Indonesia.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, pada Jumat (9/9) menjelaskan bahwa aplikasi e-Detik dirancang untuk memudahkan ibu hamil dalam memantau perkembangan kondisi kehamilan mereka. Terutama bagi ibu yang masuk kategori risiko tinggi. Dengan aplikasi ini, ibu hamil dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka setiap minggu tanpa harus sering bolak-balik ke fasilitas kesehatan.

Pada tahap awal, aplikasi e-Detik diimplementasikan di Kabupaten Sidoarjo. Pemantauan pada minggu ke-3 kehamilan menunjukkan peningkatan deteksi dini kasus kehamilan risiko tinggi. Sebanyak 22% ibu hamil yang menggunakan aplikasi ini terdeteksi memiliki kondisi kehamilan yang berisiko. Faktor risiko terbanyak adalah perasaan cemas dan sering pusing.

Cara Kerja dan Penilaian Risiko

Aplikasi e-Detik bekerja dengan memberikan serangkaian pertanyaan terkait kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Jawaban dari pertanyaan tersebut diolah oleh sistem untuk menghasilkan penilaian risiko kehamilan. Hasil penilaian ditampilkan dalam bentuk yang mudah dipahami, lengkap dengan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan.

Meskipun banyak manfaat, implementasi aplikasi e-Detik dihadapkan pada beberapa tantangan seperti keterbatasan akses internet, kurangnya literasi digital, dan perlu adanya sosialisasi intensif.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan akses internet, mengadakan pelatihan bagi petugas kesehatan dan masyarakat, serta melakukan sosialisasi secara masif.

Dengan diluncurkannya aplikasi e-Detik, harapan baru tumbuh bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur. Inovasi ini tidak hanya sekadar aplikasi, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Melalui pemanfaatan teknologi, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus menurun, dan Indonesia semakin dekat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

 

Sumber: Diskominfo Provinsi Jatim

Tinggalkan Komentar