Manchester City Kalahkan Manchester United di Community Shield

Manchester City
Pemain Manchester City Demons saat ekekusi penalti (reuters)

London, inimalangraya.com – Manchester City kalahkan rival sekota Manchester United 7-6 melalui adu penalti di pertandingan Community Shield. Pertandingan yang digelar di Stadion Wembley pada Minggu (10/8) dini hari itu berakhir imbang 1-1, sebelum akhirnya City unggul lewat adu penalti.

United mengira mereka unggul segera setelah turun minum ketika Bruno Fernandes sempat kecoh kiper Ederson dengan penyelesaian luar biasa dari jarak jauh, tetapi upaya itu dianulir karena offside.

Tim asuhan Erik ten Hag sempat hendak ulangi kemenangan mengejutkan mereka atas City di final Piala FA ketika Alejandro Garnacho membawa United unggul setelah 82 menit. Tetapi gelandang City Bernardo Silva cetak gol semenit jelang akhir pertandingan.

Bek City Manuel Akanji mencetak gol penalti penentu setelah Silva sebelumnya gagal dalam adu penalti. Sedangkan bek tengah United Jonny Evans dan pemain sayap Jadon Sancho gagal konversi penalti mereka dalam adu penalti.

Pemain pengganti Garnacho berlari melewati pertahanan City untuk menyelipkan bola ke sudut bawah gawang sebelum Silva mengonversi tendangan Oscar Bobb dari jarak dekat untuk membawa pertandingan ke adu penalti.

Kemenangan Perdana Manchester City Sejak 2019

City memenangkan trofi untuk pertama kalinya sejak 2019 untuk mengakhiri rentetan kekalahan dalam pertandingan Community Shield. Musim lalu, City kalah dari Arsenal, kalah juga dari Liverpool pada 2022, dan Leicester City pada 2021.

“Saya menikmati musim melawan rival kami di Manchester dan memulai musim dengan gelar adalah hal yang bagus. Kami sangat senang,” kata manajer City Pep Guardiola kepada ITV. “Kami kehilangan banyak bola. Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka sangat berbahaya untuk dikendalikan. Namun pada akhirnya, kami berhasil.”

Pemain City asal Inggris Phil Foden, Kyle Walker, dan John Stones serta gelandang Spanyol Rodri tidak dapat dipilih. Akhirnya Guardiola harus turunkan susunan pemain yang tidak biasa dengan empat pemain akademi sebagai starter.

Tim muda City mendominasi penguasaan bola setelah awal yang lambat, namun permainan United yang ceroboh membuat peluang pertama dalam pertandingan itu diberikan kepada pemain muda James McAtee yang membentur tiang gawang.

Kekecewaan Pelatih Manchester United

“Hasil yang sulit diterima. Saat performa kami bagus, saat kami kalah, semua orang merasakannya. Kami harus introspeksi pertandingan ini sebelum liga mulai,” kata Ten Hag kepada ITV.

Ia katakan bahwa timnya sempat samakan kedudukan dengan City dan banyak menciptakan peluang.

“Kami menekan bola, dan saat menguasai bola kami memiliki beberapa peluang yang sangat bagus dari sini, jadi ada banyak hal positif yang dapat kami ambil,” sesalnya.

Awal pertandingan Manchester City di ajang Liga Premier adalah melawan Chelsea pada 18 Agustus, sementara MU akan memulai kampanye mereka di kandang sendiri melawan Fulham pada hari Jumat.

Sumber: Reuters

Tinggalkan Komentar