Model Cilik Bersinar di Malang Flower Carnival 2024

Puluhan model cilik tampil memukau di Malang Flower Carnival
Pemenang Fashion and Modelling Competition Malang Flower Carnival (MFC) 2024. Foto: Pemkot Malang

MALANG, inimalangraya.com,- Acara Tahunan Malang Flower Carnival (MFC) 2024 yang bertema ‘The Magnificent of Arema’ resmi dibuka dengan meriah lewat Kompetisi Fashion dan Modelling pada Minggu, (25/8). Ribuan warga Malang dan sekitarnya sangat antusias dengan datang sejak pagi untuk menyaksikan acara tahunan ini yang digelar di depan Balai Kota Malang.

Puluhan model cilik tampil memukau di atas panggung, memperagakan berbagai busana bertema ‘Casual Blossom’. Keleluasaan dan keceriaan mereka dalam berlenggak-lenggok berhasil mencuri perhatian penonton yang hadir. Setiap langkah dan pose mereka mencerminkan semangat serta energi muda yang kreatif, mencerminkan tema bunga yang diusung dalam busana mereka.

Ajang Tumbuhnya Bakat Muda di Dunia Mode

Agus Sunandar, pendiri MFC, menyampaikan bahwa kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 70 model cilik dan remaja yang berasal dari Malang Raya dan sekitarnya. Peserta dibagi menjadi dua kelompok usia, yaitu anak-anak dan remaja. Beliau menegaskan bahwa acara ini merupakan wadah yang sangat baik untuk memupuk bakat-bakat muda di bidang desain busana dan modeling.

“Fashion and Modelling Competition ini sebagai entry point bagi pendatang baru untuk mulai mengenal dunia desain, terutama yang bertema bunga,” ujar Agus yang akrab disapa Sam Suga.

MFC bukanlah event lokal semata. Agus memaparkan bahwa Malang Flower Carnival sudah dikenal secara nasional. MFC bahkan sempat masuk dalam Calendar of Event dan Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Tahun ini, MFC berhasil menarik sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia untuk tampil dalam Grand Show MFC 2024. Hal ini menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Malang. Ajang ini juga telah menjadi panggung prestisius bagi pelaku seni dan kreatif dari seluruh negeri.

Sebagai Dosen Tata Busana di Universitas Negeri Malang, Agus juga menyoroti potensi Kota Malang dalam pengembangan ekonomi kreatif, terutama di subsektor fesyen.

Ia menyebutkan bahwa ekosistem fesyen di Kota Malang sudah lengkap. Ekosistem ini terdiri dari pelaku UMKM, industri besar, hingga institusi pendidikan fesyen dari tingkat SMK hingga perguruan tinggi. Bahkan, Kota Malang juga memiliki asosiasi profesional di bidang ini.

“Harapannya ke depan, Kota Malang bisa menjadi kiblat mode fesyen di Indonesia,” tutup Agus dengan optimis.

Melalui acara seperti MFC ini, diharapkan semakin banyak talenta muda yang berani mengeksplorasi dan mengembangkan kreativitas mereka di dunia mode. Sekaligus membawa nama Kota Malang ke pentas fesyen nasional dan internasional.

Sumber: Pemkot Malang

Tinggalkan Komentar