Batik Indonesia 4.0, Gabungkan Tradisi dan Teknologi Modern

Jakarta, inimalangraya.com,- Dalam rangka memperingati enam tahun program Making Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memperkenalkan batik motif Indonesia 4.0.
Batik ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta dan IKM Guru Batik Indonesia.
Desain batik ini menampilkan motif unik yang menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan teknologi kekinian. Hal tersebut merepresentasikan era baru batik Indonesia yang semakin inovatif.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan batik sebagai warisan budaya Indonesia kini bertransformasi di era industri 4.0.
Transformasi ini menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing industri batik di pasar global.
Batik motif Indonesia 4.0 terinspirasi dari revolusi industri 4.0, dengan ornamen-ornamen yang merepresentasikan teknologi kunci seperti AI dan sinyal Wi-Fi.
Motif ini menggambarkan kepemimpinan, kolaborasi, konektivitas, dan perkembangan teknologi digital yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Desain yang disusun secara geometris ini juga mencerminkan kesinambungan dan doa bagi kemajuan industri di Indonesia.
Peran Kepemimpinan dan Teknologi
Kepala BSKJI, Andi Rizaldi, menekankan bahwa ornamen dalam motif ini menempatkan prosesor dan AI sebagai simbol kepemimpinan dan kemajuan teknologi.
Peran pemimpin dinilai krusial untuk kesuksesan industri, meskipun teknologi terus berkembang. Anak panah yang dibentuk oleh sirkuit PCB dalam desain tersebut menggambarkan harapan bahwa revolusi industri 4.0 akan mendukung perkembangan usaha di Indonesia secara menyeluruh.
Andi menambahkan, peluncuran batik motif Indonesia 4.0 juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa penerapan teknologi tinggi harus tetap memperhatikan budaya dan jati diri bangsa.
Desain batik ini diharapkan menjadi simbol sinergi dan keterhubungan, yang membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: Kementerian Perindustrian RI
BACA JUGA

