Main Seri Lawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia, Pelatih Australia Dapat Tekanan Berat

Australia Indonesia Piala Dunia
Graham Arnold pelatih Australia banjir kritik usai main seri dari Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia Asia (reuters)

Melbourne, inimalangraya.com– Pelatih Australia Graham Arnold diterpa badai kritik dari penggemar dan media tuan rumah pada hari Rabu (11/9) setelah main seri lawan Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kritik tersebut muncul setelah Socceroos, julukan tim nasional Australia, yang pulang tanpa gol.

Tekanan tersebut adalah karena timnas Australia kembali gagal mengalahkan lawan peringkat rendah di kualifikasi Piala Dunia.

Berharap untuk bangkit dari kekalahan mengejutkan 1-0 atas Bahrain di kandang sendiri minggu lalu, Socceroos ditahan imbang 0-0 oleh Indonesia yang ada di peringkat 133 dunia.

Hasil pertandingan yang terjadi pada Selasa (10/9) malam itu adalah kemunduran bagi harapan mereka untuk lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026 di AS.

Sebaliknya, raksasa Grup C Jepang sudah raih kemenangan telak 7-0 mereka atas China. Jepang pun menyusul dengan kemenangan telak 5-0 atas Bahrain di Riffa untuk mempertahankan posisi teratas dengan enam poin.

Sementara raksasa Asia Barat Arab Saudi mengalahkan China di kandang lawan untuk berada di posisi kedua.

Dengan hanya dua tim teratas yang lolos langsung, Australia yang berada di posisi kelima akan berada di bawah tekanan besar.

Australia wajib meraih poin maksimal di kandang sendiri melawan China di jendela kualifikasi bulan depan.

Kritik Publik Australia Atas Hasil Lawan Indonesia di Babak Kualifikasi Piala Dunia Asia

Australia telah lama berjuang untuk mencetak gol melawan tim yang bertahan dalam jumlah banyak tetapi kesabaran mulai menipis.

“Hal itu mempertajam pengawasan terhadap Arnold, taktiknya, dan pilihannya. Terlihat tim nasional yang jelas-jelas kesulitan untuk berfungsi dalam serangan,” tulis penulis sepak bola Vince Rugari di Sydney Morning Herald.

Australia memperoleh 15 tendangan sudut dan menguasai 63 persen penguasaan bola melawan Indonesia di pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia Asia.

Selain itu, Australia juga mencatatkan 19 tembakan ke gawang, hanya lima di antaranya yang tepat sasaran.

Tunjukkan rasa frustrasinya, Arnold turut mengkritik pasukannya. Padahal, Arnold biasanya merupakan pembela paling gigih dari para pemainnya

Ia katakan tidak dapat memainkan permainan untuk mereka.

“Posisi kedua adalah empat (poin) saat ini,” katanya tentang klasemen. “Jadi ini bukan kiamat tapi saya harus banyak melakukan pemikiran ulang.”

Tapi fans Socceroos di media sosial katakan Arnold punya memiliki lebih dari cukup waktu untuk ‘selalu berpikir’.

Mereka juga mencemooh bahwa mungkin Arnold memiliki ingatan yang pendek.

Kurang dari dua tahun yang lalu, Arnold sempat dianggap pahlawan saat Socceroos mencapai babak 16 besar di Qatar.

Bahkan, Australia juga memenangkan dua pertandingan di Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Tinggalkan Komentar