Kylian Mbappe Tolak Mediasi, PSG Tempuh Jalur Hukum

Paris, inimalangraya.com – Paris St Germain (PSG) siap tempuh jalur hukum hadapi tuntutan Kylian Mbappe yang tolak mediasi.
Hal ini akan dilakukan setelah striker asal Prancis itu menolak tawaran dari badan pengatur liga sepak bola Prancis (LFP) untuk jalur mediasi terkait tunggakan gaji.
PSG merilis pernyataan itu pada Kamis (12/9) malam. PSG sempat menyambut baik tawaran LFP untuk mediasi meski akhirnya Mbappe tolak tawaran tersebut.
Sebagai informasi, pemain berusia 25 tahun itu sempat berselisih dengan PSG tahun lalu setelah menolak menandatangani perpanjangan kontrak.
Ia menuntut gaji sekitar 55 juta euro atau sekitar Rp 940 miliar
LFP telah menyarankan agar Mbappe pergi ke pengadilan ketenagakerjaan atau menyelesaikan masalah dengan PSG.
“Setelah mendengar argumen para pihak kemarin, LFP berulang kali mendesak dilakukannya mediasi antara Paris St Germain dan pemain. Sehingga ada kesepakatan berdasarkan argumen PSG yang menguntungkan,” begitu rilis klub tersebut seperti dilansir dari Reuters.
Mbappe habiskan menghabiskan tujuh musim dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di PSG sebelum pindah ke Real Madrid pada Juni.
PSG Diuntungkan Dengan Penolakan Mediasi Dari Kylian Mbappe
“Proses mediasi ini telah ditolak oleh pemain, bertentangan dengan rekomendasi LFP. Mengingat keterbatasan ruang lingkup hukum LFP untuk mengambil keputusan lengkap tentang masalah ini, masalah tersebut sekarang harus digugat di forum hukum lain. Paris St Germain dengan senang hati akan menyampaikan semua fakta selama beberapa bulan dan tahun mendatang.”
Tahun lalu mereka melaporkan Mbappe telah setuju untuk melepaskan bonus loyalitas jika ia meninggalkan PSG dengan status bebas transfer.
Pada bulan Januari, Mbappe mengatakan bahwa ia membuat kesepakatan dengan ketua PSG Nasser Al-Khelaifi.
Kesepakatan itu disebut akan melindungi semua pihak dan menjaga ketenangan klub untuk menghadapi masalah di masa mendatang.
“Sesuai hukum dan fakta, pemain telah membuat komitmen publik dan pribadi yang jelas dan berulang yang harus dihormati. Hal ini setelah diberikan manfaat yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh klub selama tujuh tahun di Paris,” PSG menambahkan.
“Klub berharap agar hal ini ditegakkan di forum yang tepat, jika pemain ingin mengejar hal ini. Perselisihan dan kesalahpahaman ini nantinya dapat merusak reputasi lebih jauh lagi.”
BACA JUGA

