Borussia Dortmund Anggap Kemenangan Atas Brugge Sebagai Keberuntungan

Brugge, inimalangraya.com – Borussia Dortmund menganggap kemenangan 3-0 di Liga Champions atas Brugge sebagai keberuntungan.
Pada pertandingan Kamis (19/9) dini hari tersebut, klub asal Belgia tersebut menyia-nyiakan beberapa peluang.
Tak heran, Dortmund berhasil cetak gol dalam 14 menit terakhir sebelum pertandingan berakhir.
Dua gol Jamie Gittens dan eksekusi penalti dari Serhou Guirassy memastikan kemenangan bagi tim tamu dan membuat tuan rumah frustrasi.
“Memang bukan bukan penampilan terbaik kami, tetapi kami menang,” kapten Dortmund Emre Can mengakui saat pelatihnya Nuri Sahin memuji ketangguhan timnya.
“Memulai dengan kemenangan tandang melawan lawan yang tangguh sangat penting. Pertandingan sangat bagus dan kedua tim tampil menyerang. Pada akhirnya, dengan perubahan yang kami lakukan, saya pikir kami pantas menang,” kata Sahin.
Pengaruh Pemain Cadangan Borussia Dortmund Dengan Kemenangan Atas Brugge
Gelandang Julian Brandt memuji pemain pengganti Gittens dan Guirassy.
Karena pengaruh mereka setelah keluar dari bangku cadangan dapat mengubah pertandingan yang menguntungkan tim.
“Babak pertama sulit. Kami banyak berlari,” kata Brandt kepada DAZN. “Banyak kerja keras dan banyak gesekan. Di akhir pertandingan, Anda bisa melihat bahwa peluang makin besar.”
Sementara itu, kiper Brugge Simon Mignolet menyesali pemborosan upaya timnya di depan gawang saat skor imbang 0-0.
“Itulah Liga Champions,” katanya. “Penampilan kami sangat bagus. Jika kami sendiri yang mencetak gol pertama, skenarionya ideal. Namun, lawan melakukannya dan kemudian tim kami rugi.
“Perbedaannya adalah bagusnya skuad Dortmund. Mereka justru cetak gol dari pemain dari bangku cadangan. Setelah pertandingan yang melelahkan, tidak mudah melawan pemain dari bangku cadangan yang masih bugar,” paparnya.
Brugge bisa dibilang lebih bagus dibandingkan Borussia Dortmund selama 76 menit hingga mereka kebobolan dan kepercayaan diri yang mereka tunjukkan hingga saat itu tiba-tiba sirna.
Tembakan Vetlesen dari jarak enam meter membentur mistar gawang di awal pertandingan setelah Dortmund gagal menepis tendangan sudut.
Hal ini menyebabkan kemelut di kotak penalti di mana tembakan Raphael Onyedika hanya ditepis oleh Gregor Kobel dan bola jatuh ke Vetlesen, yang tendangannya membentur tiang gawang.
Hans Vanaken melepaskan tembakan melambung ketika berada di posisi yang tepat. Ia juga memiliki peluang bagus lainnya dari pergerakan Brugge yang mengalir.
Tetapi tendangannya dari jarak 16 meter berhasil ditepis oleh Kobel setelah Gittens mencetak gol pertamanya.
BACA JUGA

