Unggul 3-1 Atas Southampton, Pelatih Arsenal Puji Bukayo Saka

Arsenal Southampton
Bukayo Saka berjasa besar dalam kemenangan Arsenal atas Southampton (Arsenal.com)

London, inimalangraya.com – Pelatih Arsenal Mikel Arteta hampir bisa memaafkan timnya yang sempat tertinggal satu gol dari Southampton, dini hari tadi.

Kalau tidak gebrakan pemain sayap Bukayo Saka yang mencetak satu gol dan membuat dua gol lagi dalam kemenangan kandang 3-1 Liga Premier, Arteta bakal ngamuk.

Arteta menggambarkan gol Saints sebagai peringatan sebelum memuji pemain kidal berusia 23 tahun itu.

“Saya pikir dia selangkah lebih maju dalam apa yang dia inginkan, dan terutama ketika kami membutuhkannya,” papar Arteta.

Ia katakan Saka selalu bisa bermain bagus, baik di kandang, laga tandang, dan juga pertandingan besar.

“Ia bisa bermain bagus dalam pertandingan yang tidak terlalu besar sekalipun saat tim membutuhkannya. Itu definisi pemain top,” kata pelatih itu seperti dikutip dari situs Arsenal FC.

“Kita bisa melihat statistiknya, dan kita tidak bisa mengabaikannya. Apa yang dilakukannya di usianya sungguh luar biasa,” imbuh Arteta.

Meskipun usianya masih relatif muda, Saka bisa dibilang telah menjadi tumpuan serangan terpenting Arsenal.

“Itulah kedewasaan dan langkah-langkah yang harus dilalui para pemain. Dia sudah cukup lama berada di tim hingga saat ini. Dia telah mendapatkan hak untuk memegang peran itu. Dia percaya diri dengan kemampuannya dan dia memiliki kapasitas untuk mengubah permainan,” jelas pelatih berusia 42 tahun itu.

Selain puji Saka, Arteta juga memuji penyerang Jerman Kai Havertz dalam pertandingan Arsenal vs Southampton itu.

Havertz berjasa melepaskan umpan Saka untuk mencetak gol dalam tujuh pertandingan kandang berturut-turut.

“Dia gelandang serang dan bermain sebagai pemain nomor sembilan. Dia jadi otak serangan dan yang pasti, fokusnya sekarang juga memenangkan pertandingan,” paparnya.

Ia juga tambahkan bahwa Havertz mungkin masih bisa memberikan lebih.

“Dia berlatih dan dia menginginkan lebih, dia tidak puas dengan apa yang dia lakukan, karena ia masih berharap naik level.”

Tinggalkan Komentar