Kenali Karakter Individu Yang Kurang Dapat Pujian Orang Tua Saat Kecil

Kota Malang, inimalangraya.com – Banyak orang memiliki karakter yang akan merugikan mereka sendiri dan orang lain karena efek kurang dapat pujian orang tua saat masih kecil.
Salah satu penyebab seorang anak punya masa kecil bahagia adalah sering dapat pujian dan dorongan positif dari orang tua.
“Pujian dan penguatan positif dari orang tua sangat penting untuk membangun harga diri, kepercayaan diri, dan rasa harga diri anak,” kata Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D., seorang psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation. “Ketika anak-anak jarang menerima pujian, mereka mungkin tumbuh dengan perasaan tidak diakui atau tidak dihargai. Hal ini dapat membentuk cara mereka memandang diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.”
Jika masa kecil anak kurang bahagia, baik karena kekerasan domestik atau kurang perhatian dan pjian, dapat terlihat dalam beberapa perilaku yang dapat dikenali di masa dewasa. Ciri-ciri individu dengan masa kecil kurang bahagia adalah sebagai berikut:
Rendah Diri
Rendah diri masuk dalam daftar karakteristik yang menunjukkan seseorang kurang dapat pujian dari orang tua selama masa kanak-kanak.
“Orang dewasa yang tidak menerima pujian saat masih anak-anak mungkin berjuang dengan harga diri mereka,” kata Dr. Lira de la Rosa. “Mereka mungkin merasa tidak cukup baik atau tidak mampu meraih kesuksesan. Mereka menganggap tidak adanya pujian sebagai tanda bahwa mereka tidak berharga.”
Tak Punya Motivasi
“Sering kali, orang dewasa yang kurang dapat pujian dari orang tua di masa kecil merasa sulit untuk menunjukkan antusiasme. Pasalnya mereka tahu bahwa usaha mereka tak akan dapat penghargaan,” kata Dr. Connally Barry Psy.D., seorang psikolog berlisensi di Thriveworks.
Narsis dan Selalu Ingin Dipuji
Dr. Brett Biller, Psy.D., direktur Program Kesehatan Mental Remaja di Rumah Anak Audrey Hepburn di Pusat Medis Universitas Hackensack mengatakan orang dewasa narsis bisa jadi tidak pernah dapat pujian saat masih kecil. Mereka akan selalu mencari validasi eksternal yang tidak mereka miliki di masa kanak-kanak.
Susah Melihat Orang Senang
Orang yang tidak banyak menerima pujian saat masih anak-anak akan sedikit kesal melihat orang lain merayakan hal menyenangkan. “Tanpa pernah dipuji saat masih anak-anak, beberapa orang dewasa kesulitan merayakan pencapaian mereka sendiri dan tentu orang lain,” kata Dr. Lira de la Rosa.
Pesimis
Karakter ini pasti nampak pada orang yang punya masa kecil kurang bahagia. “Karena kekalahan lebih sering ditunjukkan daripada kemenangan, mereka mungkin memproyeksikan hal itu ke seluruh hidup mereka,” kata Dr. Wendy Walsh, Ph.D., seorang pakar hubungan di DatingAdvice dan profesor psikologi. “Pesimisme sejati sebagian bersifat genetik, tetapi gen itu bisa aktif dari lingkungan.”
Perfeksionis
Mungkin terdengar aneh karena orang pesimis tidak mungkin perfeksionis. Namun, orang yang jarang dapat pujian saat masih anak-anak mungkin merasa perlu untuk mengejarnya.
“Tanpa penguatan positif yang teratur, beberapa orang dewasa mengimbanginya dengan berusaha mencapai kesempurnaan dalam semua aspek kehidupan,” kata Dr. Lira de la Rosa. “Mereka mungkin percaya bahwa hanya hasil yang sempurna yang akan memberi mereka validasi yang tidak pernah mereka terima. Namun, sifat ini dapat menyebabkan kelelahan dan kecemasan.”
Gampang Baper
Sensitif atau mudah terbawa perasaan (baper) adalah salah satu ciri utama individu yang tak pernah dapat pujian saat masih kecil.
“Orang yang tidak pernah dipuji saat masih anak-anak dapat menjadi sangat sensitif terhadap kritikan saat dewasa,” kata Dr. Walsh. “Mereka dapat menganggap komentar yang biasa saja sebagai hinaan. Jadi sulit bagi mereka untuk punya sahabat.”
Jika Anda adalah salah satu dari sekian orang yang memiliki karakter tersebut, ini dia yang perlu Anda lakukan.
Pertama, belajarlah untuk memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda layak diperlakukan sebagai seorang anak. “Belajar untuk memberikan pujian dan validasi kepada diri sendiri yang tidak Anda dapatkan di masa kecil adalah kuncinya,” kata Dr. Lira de la Rosa. Dr. Lira de la Rosa menjelaskan bahwa berbelas kasih kepada diri sendiri melibatkan bersikap baik kepada diri sendiri.
Kedua, aktiflah olahraga karena sangat membantu kepercayaan diri. “Aktivitas fisik terbukti efektif dalam mendorong produksi hormon yang akan meningkatkan perasaan positif dan harga diri,” kata Dr. Biller. “Aktivitas fisik yang teratur, terutama jika dapat dilakukan di luar ruangan, dapat menjadi komponen utama untuk setiap rencana penyembuhan.”
Ketiga, jika Anda memiliki anak, pastikan Anda memberikan pujian. Jangan gengsi juga untuk meminta maaf kepada anak-anak melalui kata-kata atau tindakan.
BACA JUGA

