Meta Berencana Aktifkan Kembali Fitur Pengenalan Wajah

Meta Fitur Pengenalan Wajah
Meta sedang uji coba fitur pengenalan wajah demi keamanan pengguna Facebook dan Instagram (Pixabay)

New York, inimalangraya.com– Tiga tahun setelah Meta hapus fitur pengenalan wajah di Facebook di tengah gelombang penolakan privasi dan regulator, raksasa media sosial itu katakan hendak menguji layanan itu lagi.

Dikutip dari Reuters, rilis Meta pada Selasa (22/10/2024) sebut bahwa hal ini bagian dari tindakan keras terhadap penipuan ‘celeb bait’ atau umpan selebriti.

Meta mengatakan akan mendaftarkan sekitar 50.000 tokoh dan selebritas dalam uji coba yang melibatkan perbandingan otomatis foto profil Facebook mereka dengan gambar untuk iklan yang diduga penipuan.

Jika gambar tersebut cocok dan Meta yakin iklan itu penipuan, maka akan memblokirnya.

Para selebriti akan dapatkan informasi tentang pendaftaran mereka. Mereka dapat memilih tidak berpartisipasi jika tidak berkenan, kata perusahaan itu.

Perusahaan berencana untuk meluncurkan uji coba secara global mulai bulan Desember. Namun tidak termasuk beberapa yurisdiksi besar tempat mereka tidak memiliki izin regulasi seperti Inggris, Uni Eropa, Korea Selatan dan negara bagian Texas dan Illinois di AS, tambahnya.

Meta Tetap Hargai Privasi Tokoh Populer Sebelum Uji Coba Fitur Pengenalan Wajah

Monika Bickert, wakil presiden kebijakan konten Meta, mengatakan dalam sebuah pengarahan dengan wartawan bahwa perusahaan tersebut menargetkan selebritas atau tokoh populer.

Mereka adalah sosok yang yang kemiripannya sering teridentifikasi sering dimanfaatkan dalam iklan penipuan.

“Idenya di sini adalah: berikan perlindungan sebanyak mungkin bagi mereka. Mereka dapat memilih untuk tidak ikut serta jika mereka mau. Tetapi kami ingin dapat menyediakan perlindungan ini bagi mereka dan memudahkan mereka,” kata Bickert.

Uji coba tersebut menunjukkan sebuah perusahaan mencoba untuk menggunakan teknologi yang berpotensi invasif. Hal ini guna mengatasi kekhawatiran regulator tentang meningkatnya jumlah penipuan.

Terlebih Meta hendak meminimalkan keluhan tentang penanganannya terhadap data pengguna, yang telah mengikuti perusahaan media sosial selama bertahun-tahun.

Meta sempat menutup sistem pengenalan wajahnya pada tahun 2021. Perusahaan ini menghapus data pemindaian wajah dari satu miliar pengguna. Pasalnya perusahaan tersebut mendengar kekhawatiran masyarakat yang meningkat.

Pada bulan Agustus tahun ini, perusahaan tersebut diperintahkan untuk membayar Texas sebesar $1,4 miliar. Tuntutan tersebut untuk menyelesaikan gugatan negara bagian yang menuduhnya mengumpulkan data biometrik secara ilegal.

Pada saat yang sama, Meta menghadapi tuntutan hukum yang menuduhnya gagal melakukan tindakan yang cukup untuk menghentikan penipuan ‘umpan selebriti’.

‘Celeb Bait’ ini menggunakan gambar orang-orang terkenal buatan Artificial Intelligence, untuk mengelabui pengguna.

Biasanya, akun selebriti palsu itu menawarkan skema investasi bodong dimana korbannya cukup banyak.

Berdasarkan persidangan baru, perusahaan mengatakan akan segera menghapus semua data wajah yang dibuat oleh perbandingan dengan iklan yang dicurigai, terlepas dari apakah mereka mendeteksi penipuan.

Alat yang sedang diuji tersebut telah melalui proses peninjauan risiko dan privasi yang kuat secara internal. Perangkat tersebut telah melalui diskusi dengan regulator, pembuat kebijakan, dan pakar privasi secara eksternal sebelum pengujian dimulai, kata Bickert.

Meta mengatakan pihaknya juga berencana untuk menguji penggunaan data pengenalan wajah. Sehingga pengguna Facebook atau Instagram yang non selebriti pun bisa aman saat akses ke akun yang telah disusupi oleh peretas, atau terkunci karena lupa kata sandi.

Tinggalkan Komentar