Pelatih Real Madrid Puji Hattrick Vinicius Dalam Kemenangan Atas Borussia Dortmund

Hattrick Vinicius
Vinicius Jr sukses cetak hattrick bawa keunggulan telak Real Madrid atas Borussia Dortmund(X/@UEFA)

Madrid, inimalangraya.com– Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti puji Vinicius Jr yang tampil luar biasa dengan hattrick di babak kedua saat menang dari Borussia Dortmund di Liga Champions, Rabu (23/10/2024) dini hari.

Striker Brasil itu berhasil cetak tiga gol di babak kedua saat bangkit dari ketertinggalan dua gol dari tim asal Jerman itu.

Vini Jr cetak gol di menit ke 62, 86 dan tambahan tiga menit sebelum pertandingan usai.

Di babak pertama, Dortmund sukses kuasai pertandingan dengan dua gol, masing-masing dari Donyell Malen di menit 30, dan Jamie Bynoe-Gittens di menit 34.

Sedangkan gol perdana Real Madrid adalah hasil tendangan sudut sempit Antonio Rudiger di menit ke 60.

Pelatih Real Madrid Sebut Hattrick Vinicius Luar Biasa

Dikutip dari Sky Sports, Ancelotti katakan ia yakin Vinicius yang berusia 24 tahun akan memenangkan penghargaan Ballon d’Or sebagai pemain terbaik di dunia pada hari Senin.

“Yang dapat saya katakan adalah jarang melihat pemain yang bermain di babak kedua seperti yang dilakukan Vinicius. Dan bukan karena tiga golnya. Tetapi karena karakternya; ia luar biasa,” kata Ancelotti dalam konferensi pers.

“Vinicius akan memenangkan (Ballon d’Or), bukan karena hattrick saja. Tetapi karena apa yang dilakukannya tahun lalu. Tiga gol ini sudah akan diperhitungkan untuk Ballon d’Or tahun depan, itu sudah pasti.”

Dalam pertandingan tersebut, Ancelotti sebut tidak ada kepanikan di ruang ganti setelah Real memasuki jeda turun minum dengan dua gol.

Ia tambahkan timnya punya kedewasaan dan pengalaman untuk memahami apa yang perlu mereka lakukan untuk bangkit.

“Kami menjalaninya dengan tenang, tenang (selama jeda). Kami mengubah sistem dan kembali bermain lebih intens,” kata Ancelotti.

“Berbicara tentang mencetak tiga gol mungkin tampak utopis. Jadi kami berbicara tentang detail-detail kecil seperti mengumpan dengan baik. Kami harus memenangkan dinamika permainan dan dari sana Anda mulai memenangkan pertandingan.”

“Kami tidak intens menguasai bola di babak pertama. Di babak kedua kami bermain lebih baik dengan lebih berkualitas, lebih menekan. Ini jadi babak kedua terbaik musim ini,” sambungnya.

“Kami harus belajar dari apa yang kami lakukan di babak kedua. Tujuannya adalah untuk memulai permainan dan tidak menunggu mereka mencetak dua gol ke gawang kami. Saya tidak berpikir kami bisa bermain 90 menit dengan intensitas seperti di babak kedua, tetapi kami bisa lebih seimbang.”

Tinggalkan Komentar