Debat Pamungkas Pilkada Kota Malang Angkat Isu Lingkungan

Debat Pilkada Kota Malang
Tiga pasangan calon kepala daerah Kota Malang dalam debat terakhir (Tangkapan layar kanal YouTube TVRI)

Kota Malang, inimalangraya.com –  Debat ketiga sekaligus pamungkas pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang pilkada Kota Malang digelar pada Rabu (20/11/2024).

Pertanyaan pertama bagi para paslon adalah bagaimana para paslon dapat menangani isu terkait penggunaan lahan yang berdampak buruk pada pada lingkungan seperti peningkatan volume sampah dan pencemaran udara.

Calon Wali Kota Malang nomor urut 2, HM Anton mendapat kesempatan pertama menjabarkan visi dan misinya.

“Kita bisa melihat pada waktu itu saya telah menetapkan dimana Perda RT/RW jadi pedoman perencanaan kota dan saya sudah membuat titik koridor. Kami berharap perencanaan itu jadi kepercayaan investor kepada Kota Malang,” paparnya.  Ia juga katakan bahwa ia pernah membuat masterplan selama 20 thn mendatang.

Sementara itu, paslon nomor urut 1 Wahyu Hidayat katakan bahwa secara hirarki rencana tata wilayah kota sudah ada di provinsi.

“Sekarang sudah ada aturan baru. Tata ruang harus dibuat secara nasional, provinsi dan Kota Malang dan harus disesuaikan dengan kota. Semua perubahan tata ruang boleh melalui persyaratan.  Nantinya, sinkronisasi tata ruang Kota Malang harus sesuai dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu,” paparnya.

Sedangkan paslon nomor urut 2, Heri Cahyono ungkapkan konsistensi penegakan hukum akan penyalahgunaan fungsi lahan.

“Penggunaan lahan saat ini drainase jadi bangunan sehingga jadi banjir. Kita nanti akan tegas dan konsisten untuk penegakannya dimana ruang hijau harus capai 20 persen,” katanya.

Tinggalkan Komentar