Insiden Serangan Di Laga China vs Jepang Terkait Politik?

China Jepang
Petugas amankan suporter China yang masuk ke lapangan (tangkapan layar Xinhua)

Xiamen, inimalangraya.com – Seorang penonton dengan slogan-slogan patriotik tertulis dalam bahasa Mandarin di kaus dan tubuhnya berlari ke tengah lapangan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup C antara China vs Jepang, Selasa (19/11/2024).

Ketegangan di China menjelang pertandingan tersebut meningkat menyusul serangkaian serangan massal yang dua di antaranya menargetkan warga negara Jepang awal tahun ini.

Pada hari Selasa, seorang pria menabrakkan SUV-nya ke siswa di luar sebuah sekolah dasar di Tiongkok selatan.

Rekaman yang diunggah secara daring oleh penyiar Tiongkok Phoenix TV menunjukkan seorang pria berlari ke lapangan sekitar 30 menit setelah pertandingan dimulai dan mendekati penjaga gawang Jepang.

Slogan, tertulis dalam huruf Mandarin di punggung telanjangnya, berbunyi “Bangkitnya sepak bola nasional”, sebuah begitu kutipan Phoenix TV.

Pria itu juga memiliki tulisan tangan “Terlahir seperti semut dengan cita-cita luhur” di kaus putihnya.

Hal ini merujuk pada status underdog China dalam pertandingan melawan Jepang.

Setelah berlari ke ujung lapangan yang lain, petugas keamanan hadang pria itu.

Penabrakan mobil pada hari Selasa terjadi setelah minggu lalu seorang pengemudi menabrakkan kendaraannya ke kerumunan di sebuah pusat olahraga di Zhuhai di Tiongkok selatan.

Insiden ini tewaskan 35 orang dan melukai 43 orang lainnya dalam serangan massal paling mematikan di Tiongkok dalam satu dekade.

Tidak ada indikasi bahwa warga negara Jepang menjadi sasaran dalam insiden minggu ini dan minggu lalu.

Tetapi pemerintah Jepang telah memperingatkan warga negara Jepang di China untuk merendahkan suara mereka saat berbicara dalam bahasa Jepang di depan umum.

Pemerintah Jepang dan menghindari keluar pada malam hari.

Ketegangan di China Terkait Serangan Targetkan Warga Jepang

Pada bulan September, seorang penyerang membunuh seorang siswa di sebuah sekolah Jepang di Tiongkok selatan.

Dan pada bulan Juni seorang pria membunuh seorang warga negara Tiongkok yang membela seorang ibu Jepang dan anaknya dari seorang penyerang.

Penyerang tersebut targetkan sebuah bus milik sekolah Jepang.

Sebelum pertandingan mulai, seorang penyiar membacakan surat dari penyelenggara kepada para pendukung untuk bersikap sopan terhadap pentonton lain.

“Hargai hak penonton lain untuk menonton pertandingan, jangan berkerumun, jangan mendorong, dan hindari konflik.”

Namun di luar stadion, video di Weibo menunjukkan, puluhan suporter Chindengan kaus merah berkerumun dan berteriak kepada seorang pendukung Jepang dengan kaus biru dengan kawalan oleh beberapa petugas keamanan menuju stadion.

Kepala sekretaris kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan pada pengarahan rutin pada hari Selasa bahwa Jepang akan terus memantau situasi keamanan di China.

Pihaknya juga akan melakukan yang terbaik untuk memastikan keselamatan warga negara Jepang.

Namun pemerintah China juga meyakinkan keselamatan semua warga asing di negara itu pada konferensi pers rutin kementerian luar negeri.

Tinggalkan Komentar