BUMDes dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Kabupaten Malang

UMKM Kabupaten Malang
GIat FGD di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang pada Jum'at (22/11) pagi (Prokopim)

Kabupaten Malang, inimalangraya.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu pengembangan karean merupakan penggerak perekonomian Kabupaten Malang.

Hal tersebut jadi salah satu pembahasan di Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2024  berlangsung di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang pada Jum’at (22/11) pagi.

Turut hadir pada kesempatan itu adalah  Plt. Bupati Malang Drs.H.Didik Gatot Subroto,SH.,M.H . Dalam sambutannya ia katakan bahwa Kabupaten Malang punya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak perekonomian.

“Perekonomian desa punya pengembangan potensi dari keberadaan BUMDes dan juga UMKM.  Saat ini sudah ada 376 BUMDes dari 378 desa yang ada di 33 Kecamatan. 127 BUMDes juga telah memiliki badan hukum sejak tanggal 19 November 2024,” katanya seperti dikutip dari rilis Prokopim.

Ia katakan bahwa kemajuan perekonomian di Kabupaten Malang tergantung upaya berbagai desa kelola potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Dalam konteks ini, BUMDes dan UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal, sekaligus sebagai pilar utama dalam mewujudkan kemandirian desa.

“Melalui manajemen yang baik, potensi desa dapat berkembang jadi kekuatan ekonomi yang berdampak tak hanya kepada masyarakat setempat, tetapi juga pada perekonomian keseluruhan Kabupaten Malang,” tambahnya dalam sambutan itu.

Sebagai informasi, BUMDes dan UMKM di Kabupaten Malang mencakup simpan pinjam, wisata, pasar desa, rumah makan, industri, pertanian, peternakan, perdagangan, industri parkir, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air bersih serta pengelolaan ponten dan jasa atau agen, serta persewaan.

UMKM Sebagai Tulang Punggung Perekonomian Kabupaten Malang

Didik Gatot Subroto juga katakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian di Kabupaten Malang. Perkembangan UMKM desa akan terwujud melalui peningkatan akses permodalan serta perluasan pelatihan kewirausahaan.  Selain itu, perlu juga peningkatan pemasaran berbasis digital

“Pembangunan desa berhasil jika ada sinergi Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah serta Pemerintah Desa. Perlu juga kolaborasi masyarakat serta pihak swasta,” tambah dia. “Kolaborasi ini harus terus kuat dengan gandeng akademisi serta lembaga keuangan dukung inovasi desa.”

Ia juga tambahkan keberadaan BUMDes juga dapat jadi lokomotif perekonomian desa.

“Pemkab Malang perlu dukungan untuk pengelolaan uang profesional serta akuntabel. Dukungan tersebut bisa dalam bentuk pelatihan serta pendampingan sehingga BUMDes bisa meningkat lebih optimal serta jadi pusat pertumbuhan perekonomian desa di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar