Pelatih Tottenham Hotspur Hindari Kehilangan Poin Lawan Manchester City

London, inimalangraya.com – Ange Postecoglou catatkan setengah abad pertandingan Liga Premier saat tangani Tottenham Hotspur Minggu (24/11/2024) dini hari pukul 00:00 lawan Manchester City.
Tapi timnya kini berada di posisi ke-10 dalam klasemen dimana kekalahan bahayakan posisi Postecoglou.
Pria berusia 59 tahun itu bawa Tottenham ke posisi lima pada musim pertamanya sebagai pelatih. Peningkatan signifikan dari posisi kedelapan mereka pada musim sebelumnya.
Namun setelah awal spektakuler di Tottenham ketika mereka mengantongi 26 poin dari 10 pertandingan Liga Premier pertama, performa tim menurun.
Musim ini The Spurs menangkan lima dan kalah lima kali dari 11 pertandingan pertama.
Kemunduran terjadi sebelum jeda internasional ketika mereka kalah 2-1 di kandang sendiri oleh Ipswich Town.
Mantan manajer Celtic itu katakan timnya telah berkembang dari musim lalu dan menilai mereka di awal musim tidaklah adil.
Kendati ia mengakui bahwa ia menghadapi periode krusial dengan sembilan pertandingan dalam 29 hari.
“Saya pikir ini akan menjadi bagian yang sangat penting dari musim ini. Jika kami masih di posisi ke-10 saat Natal, jelas penggemar tak suka. Tetapi kami yakin naik dari posisi ke-10,” katanya kepada wartawan seperti dikutip dari SkySports.
“Jika saat itu kami mengalahkan Ipswich, kami akan berada di posisi ketiga, Tetapi kami perlu membahas posisi kami dengan pasti. Jika kami berada di posisi ke-10 saat Natal, ya, itu pasti tidak akan bagus. Pasti ada evaluasi besar akan keberadaan saya,” lanjutnya.
Postecoglou tegaskan telah terjadi kemajuan dalam 50 pertandingan Liga Premier pertamanya setelah mewarisi skuad yang membutuhkan perombakan besar-besaran.
Timnya telah menghasilkan beberapa permainan sepak bola yang gemilang di musim ini dalam kemenangan melawan tim seperti Manchester United dan Aston Villa.
Bahkan Tottenham Hotspur sempat kalahkan Manchester City untuk mencapai perempat final Piala Liga.
Namun, ada terlalu banyak kesalahan seperti kekalahan dari Ipswich dan Crystal Palace dan para kritikus mengatakan ia enggan untuk mengubah prinsip-prinsip menyerangnya.
BACA JUGA

