Seri Lawan Lecce, Pelatih Juventus Anggap Timnya Perlu Perbaikan

Lecce, inimalangraya.com – Pelatih Juventus Thiago Motta katakan timnya dapat meningkatkan kemampuan secara kolektif dan individu pasca kebobolan gol di menit-menit akhir dalam hasil imbang 1-1 lawan Lecce pada Senin (2/12/2024).
Bertanding di stadion Via Del Mare, Lecce cetak gol penyeimbang di menit ke 93 dari Ante Rebic untuk raih satu poin di Liga Italia Serie A itu.
Hasil imbang ini membuat tim Motta tertinggal enam poin di belakang pemuncak klasemen Napoli, meskipun tetap tidak terkalahkan.
Juve adalah spesialis hasil imbang liga, setelah mencetak rekor klub baru untuk hasil imbang Serie A dalam satu tahun kalender dengan 18 kali.
Catatan ini melampaui rekor sebelumnya yang dibuat pada tahun 1956, dengan delapan di antaranya terjadi musim ini.
“Penting untuk memahami momen-momen dalam pertandingan. Setelah memimpin, kami dapat meningkatkan aspek-aspek tertentu dari permainan, baik secara kolektif maupun individu,” kata Motta kepada DAZN.
“Sejauh ini, di liga, kami telah mendapatkan apa yang pantas kami dapatkan. Terkadang kami bermain lebih baik dari lawan, di lain waktu permainan lebih seimbang. Kami berada di tempat yang seharusnya.”
Padatnya Jadwal Persulit Juventus
Dengan skuad yang rentan karena cedera, Motta menambahkan bahwa timnya merasakan tekanan dari jadwal yang padat.
“Kami melihat di babak kedua bahwa tim kehabisan tenaga dan kami tahu itu mungkin terjadi,” katanya.
Pelatih Juventus ini katakan di babak pertama, Lecce berhasil menunggu lengahnya tim.
Ia katakan harus meningkatkan kemampuan, mempelajari hal-hal tertentu, dan terus berpikir positif dimana persiapan untuk pertandingan berikutnya sangat penting baik secara fisik maupun mental.
Sebelumnya pada hari Minggu, gelandang Fiorentina Edoardo Bove pingsan dalam pertandingan mereka melawan Inter Milan, yang kemudian ditangguhkan.
Motta mengakui bahwa berita itu telah memengaruhinya.
“Ini sangat mengkhawatirkan baginya, rekan satu timnya, dan keluarganya. Saya menempatkan diri saya pada posisi orang tuanya dan itu pasti mengerikan,” kata Motta.
“Saya berharap dia pulih secepat mungkin dan saya mengirimkan semua cinta saya kepada pemain tersebut, tetapi terutama keluarganya. Melihat tayantan di televisi pasti menyedihkan buat mereka.”
BACA JUGA

