Paul Pogba Laporkan Kakak dan Teman Masa Kecilnya Dugaan Pemerasan

Kakak Paul Pogba Pemerasan
Mathias Pogba, kakak Paul Pogba yang dituduh lakukan pemerasan (Dazn)

Paris, inimalangraya.com  – Pengadilan Paris jatuhi hukuman kakak laki-laki pesepak bola Prancis Paul Pogba dan lima orang lainnya pada Kamis, 19 Desember 2024 lalu karena kasus pemerasan

Mereka  mencoba memeras pemain yang kini memperkuat Juventus itu, begitu seperti dikutip dari salah satu media Prancis.

Mathias Pogba kena hukuman tiga tahun, dengan dua di antaranya ditangguhkan. Ia dinyatakan bersalah atas pemerasan terorganisasi dan percobaan pemerasan, kata harian L’Equipe.

Dia tidak akan menjalani hukuman di balik jeruji besi tetapi harus mengenakan gelang elektronik selama setahun, katanya.

Lima terdakwa lainnya, beberapa di antaranya adalah teman masa kecil, dapat hukuman mulai dari tiga hingga delapan tahun.

Paul Pogba, yang bermain untuk klub Inggris Manchester United dan Juventus dari Italia, mengatakan bahwa dia telah menjadi sasaran pemerasan pada Maret 2022.

Bahkan dia telah menyerahkan 100.000 euro ($104.000) kepada mereka yang telah mengancamnya.

Mbeko Tabula, seorang pengacara yang mewakili kakak Paul Pogba itu, dikutip oleh RMC Sport, mengatakan kliennya terkejut dengan tuduhan pemerasan ini.

Ia akan akan mengajukan banding.

“Sejak awal dia mempertahankan ketidakbersalahannya,” katanya. “Ia mengatakan bahwa ia dimanipulasi, dipaksa, dan ditekan, sehingga ia tidak akan pernah bertindak negatif terhadap saudaranya.”

Mathias Pogba, 34, bermain sepak bola untuk Guinea dan klub-klub divisi bawah di Eropa.

Paul Pogba, yang memenangkan Piala Dunia bersama Prancis pada tahun 2018, dilarang bermain hingga Maret setelah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang DHEA, yang meningkatkan kadar testosteron.

Sekarang berusia 31 tahun, ia berharap dapat menghidupkan kembali kariernya setelah Juventus mengumumkan bulan lalu bahwa ia dan klub telah sepakat untuk mengakhiri kontraknya.

Ia terakhir bermain untuk Prancis pada tahun 2022 dan operasi lutut mencegahnya bermain di Piala Dunia di Qatar.

Tinggalkan Komentar