MU Menang Sulit Atas Ipswich, Ruben Amorim Lega

MU Ipswich
Ruben Amorim lega timnya main ngotot dengan kemenangan tipis atas Ipswich (Tangkapan Layar YouTUbe MUFC)

Manchester, inimalangraya.com – Pelatih Manchester United (MU) Ruben Amorim terkesan dengan kegigihan timnya amankan kemenangan penting 3-2 atas Ipswich Town, Kamis (27/2/2025) dini hari.

United bangkit dari kebobolan gol pembuka yang ceroboh untuk memimpin 2-1 di Old Trafford.

Patrick Dorgu diusir keluar lapangan beberapa saat kemudian dan Ipswich menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum di tengah hujan lebat di Old Trafford.

Tim tamu memiliki waktu setengah jam penuh untuk memaksimalkan keunggulan jumlah pemain, tetapi United berusaha keras untuk menjauh dari zona degradasi Liga Premier.

“Hari ini, saya tidak frustrasi,” kata Amorim kepada wartawan seperti dikutip dari situs resmi Manchester United. “Kami mengendalikan permainan dan sejak menit pertama saya merasa para pemain berusaha bermain dan kami berhasil mencetak dua gol.

“Pengusiran itu sedikit mengubah permainan, tetapi perjuangan yang ditunjukkan para penggemar dan para penggemar sangat membantu dan kami sepenuhnya layak mendapatkan tiga poin.

“Ada beberapa momen yang sangat sulit, tetapi itu wajar dalam setiap profesi, Anda perlu menderita. Sangat sulit bagi saya untuk bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua. Saya merasa para pemain terkadang lebih nyaman bermain dengan blok rendah.”

Alejandro Garnacho Ngambek

Amorim kurang senang dengan sikap striker muda Alejandro Garnacho.

Padahal ia katakan tangani pergantian pemain agar MU bisa menurunkan lebih banyak pemain bertahan untuk tangani gempuran Ipswich, menyusul keluarnya Dorgu karena kartu merah.

Pemain Argentina itu langsung menuju terowongan, alih-alih bergabung dengan rekan setimnya di bangku cadangan.

“Cuacanya dingin, basah, dan hujan,” tambah Amorim. “Masalahnya adalah kami akan lebih banyak bermain dalam formasi 5-3-1. Lalu kami membuat pemain pengganti, kami harus memilih seseorang untuk keluar. Saya harus memikirkan bola mati, itu pilihan saya.”

 

Tinggalkan Komentar