Jelang Porprov IX Jatim 2025, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Konsumsi Ayam Tiren

Kabupaten Malang, Inimalangraya.com – Persiapan atlet cabang olahraga (cabor) binaraga Kabupaten Malang jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke IX Jatim tidak didukung dengan asupan gizi yang baik karena mereka konsumsi daging ayam potong tiren (mati kemaren).
Ayam yang telah mati sebelum dipotong atau ayam bangkai itu jadi asupan gizi para atlet cabor binaraga yang akan ikuti Porprov IX yang akan digelar 28 Juni hingga 5 Juli 2025 mendatang.
Bukan tanpa alasan karena cabor binaraga tidak memiliki biaya untuk membeli daging sapi, daging ayam potong yang kondisi sehat harganya Rp 32 ribu per kilogram.
“Untuk memenuhi asupan gizi, mereka harus makan daging ayam potong tiren atau ayam yang telah mati sebelum dipotong, atau juga disebut ayam bangkai. Kalau pakai ayam potong yang kondisi sehat harganya Rp 32 ribu per kilogram. Kalau ayam tiren Rp100 ribu itu dapat tiga karung, dan satu karung isinya 30 ekor ayam,” ucap pelatih Cabor Binaraga Kabupaten Malang, yang juga Ketua Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang Indra Khusnul, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (2/5/2025).

Menurut Indra, dari tiga karung daging ayam tiren tersebut tidak bisa dimasak semua, karena yang dalam kondisi baik hanya seberat 5 kilogram, dan sisanya dalam kondisi busuk.
“Yang bisa dimasak dari tiga karung itu hanya 5 kilogram, sisanya tidak bisa dimasak,” tegasnya.
Anggaran Puslatda Belum Cair
Ketika ditanya kenapa memilih daging ayam tiren, Indra menjelaskan, Cabor Binaraga Kabupaten Malang tidak memiliki anggaran, karena anggaran pusat latihan daerah (Puslatda) masih belum ada yang cair.
“Kita tidak punya dana untuk membeli daging sapi dan ayam potong, atlet kami ada 25 orang, dan yang kita persiapkan untuk mengikuti Porprov Ke IX Jatim 2025 hanya 12 atlet, kita sudah mengajukan anggaran, tapi belum ada respon atau perhatian baik dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang maupun KONI Kabupaten Malang,” jelasnya.
Padahal, lanjut Indra, atlet Binaraga Kabupaten Malang telah mengukir prestasi. Rinciannya adalah dua kali Porprov Jatim sebagai Juara Umum, seperti di Porprov Jember dan Sidoarjo.
Pihaknya telah mempertanyakan anggaran ke KONI, namun harus pengajuan dulu ke Dispora Kabupaten Malang melalui Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA).
“Atlet kami potensial bisa mengukir prestasi di Porprov Malang Raya, tapi jika gizi tidak terpenuhi mau bagaimana, sebenarnya makan ayam tiren itu tidak memenuhi standar kesehatan, tapi apa boleh buat, ayam titren sebagai solusi untuk memenuhi protein atlet Binaraga,” ulasannya.
Untuk itu, tambah Indra, dirinya memohon kepada Pemkab Malang memberikan referensi sebagai bapak asuh, agar atlet binaraga Kabupaten Malang ini tetap semangat untuk mengukir prestasi.
“Kami berharap Pemkab Malang mau mencarikan bapak asuh, atlet kami sudah terbukti dua kali mengikuti Porprov sebagai juara umum,” tukasnya.
BACA JUGA

