Kisah Si Kembar di Malang Lolos Bintara Polri Tanpa Biaya

Dua anak kembar, Gading Pengestu Anjar Pramesti (20) dan Kidung Pangestu Anjar Pramesti (20), asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berhasil lolos seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2024. Foto: Humas Polri
Lolos Bintara Polri

MALANG, inimalangraya.com,– Dua anak kembar, Gading Pengestu Anjar Pramesti (20) dan Kidung Pangestu Anjar Pramesti (20), asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berhasil lolos seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2024. Keberhasilan dua gadis ini mematahkan rumor bahwa untuk menjadi anggota kepolisian diperlukan biaya yang besar.

Prinsip Seleksi Polri

Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, menjelaskan bahwa seleksi penerimaan Polri mengusung prinsip ‘BETAH’ yang mengedepankan filosofi bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Prinsip ini merupakan implementasi arahan Presiden RI, Joko Widodo, yang menekankan bahwa penerimaan Polri harus transparan dan akuntabel serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Selain itu, diterapkan juga standar clear and clean serta bebas dari percaloan.

Keberhasilan yang Menginspirasi

Ipda Dicka mengungkapkan, kedua dara kembar tersebut adalah anak pasangan Ahmad Rois Maulana dan Erni Ambarwati. Ahmad Rois berprofesi sebagai tukang pijat keliling di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, sementara Erni adalah ibu rumah tangga. Gading dan Kidung dikenal sebagai calon siswa berprestasi dengan nilai tinggi dalam seleksi. Selain unggul dalam akademik di SMK Nasional Malang, keduanya juga aktif dalam olahraga voli.

Polri mencari bibit terbaik dengan ideologi sebagai pelindung dan pengayom sejati. “Para pendaftar harus memiliki jiwa Bhayangkara yang kuat dan motivasi yang benar,” tambah Ipda Dicka.

Kebanggaan Keluarga

Ahmad Rois Maulana, ayah si kembar, menyatakan kebanggaannya dan menekankan bahwa kejujuran selalu ia tanamkan dalam mendidik anak-anaknya. Ia juga menampik isu-isu mengenai biaya besar dalam seleksi penerimaan Polri. “Isu yang ada di luar, saya sampaikan demi Allah nol persen berupa apapun dan sepeser pun tidak ada. Si kembar bisa lolos tanpa uang sepeser pun,” tegas Ahmad Rois.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Ahmad Rois mengungkapkan bahwa keberhasilan anak-anaknya merupakan hasil dari latihan dan seleksi yang ketat. Ia berharap prestasi yang diraih Gading dan Kidung dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk berjuang meraih cita-cita tanpa harus terjebak pada praktik-praktik yang tidak jujur. Keberhasilan Gading dan Kidung ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa prinsip BETAH yang diterapkan Polri benar-benar berjalan dan mampu mencetak generasi Bhayangkara yang berintegritas tinggi.

Sumber: Humas Polri

Tinggalkan Komentar