Pekan QRIS 2024: Literasi Keuangan di Pasar Among Tani

Pemerintah Kota Batu, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) Malang, mengadakan Pekan QRIS Nasional 2024 di Pasar Induk Among Tani. Acara ini berlangsung pada Jumat (16/8)
Pekan QRIS Nasional 2024 di Pasar Induk Among Tani. Acara ini berlangsung pada Jumat (16/8). Foto: Prokopim Kota Batu

KOTA BATU, inimalangraya.com,- Pemerintah Kota Batu, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) Malang, mengadakan Pekan QRIS Nasional 2024 di Pasar Induk Among Tani. Acara ini berlangsung pada Jumat (16/8) dan dihadiri oleh berbagai pejabat serta pelajar dan pedagang setempat.

Penjabat (Pj.) Wali Kota Batu, Bapak Aries Agung Paewai, dalam pidatonya menekankan pentingnya literasi keuangan digital. Ia menggarisbawahi bahwa pemahaman yang baik tentang QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dapat mempermudah transaksi dan mendorong inklusi keuangan di semua lapisan masyarakat.

“QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan QRIS, kita semakin dekat dengan mewujudkan Kota Batu yang maju dan sejahtera,” ujar Pj. Aries.

Beliau juga berharap literasi keuangan yang ditingkatkan dapat membuat anak-anak lebih gemar menabung demi masa depan mereka.

“Sekarang kita berubah, dunianya sudah berubah, di mana semuanya bisa lebih dipermudah dengan keuangan yang bisa kita gunakan sebijak mungkin, baik untuk bertransaksi maupun menabung, agar kehidupan kita bisa lebih baik ke depan,” tambahnya.

Dukungan dari OJK dan BI Malang

Kepala OJK Malang, Bapak Biger Adzana Maghribi, menekankan pentingnya edukasi QRIS dalam meningkatkan adopsi di masyarakat.

“Melalui berbagai program edukasi, kami berupaya agar masyarakat memahami manfaat dan kemudahan menggunakan QRIS. Kami berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang paham dan menggunakan QRIS, kita dapat menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih cepat dan aman. Sikapi uang dengan bijak,” jelasnya.

Senada dengan Biger, Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, juga memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan penggunaan QRIS di Kota Batu yang mencapai 263 persen.

“QRIS merupakan standar pembayaran nasional yang telah diakui secara internasional. Dengan menggunakan QRIS, kita tidak hanya mendukung perekonomian nasional, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Acara ini juga menjadi momen penting dengan penandatanganan komitmen bersama penggunaan QRIS oleh Pj. Wali Kota Batu, Kepala OJK Malang, dan Kepala Perwakilan BI Malang. Mereka juga meluncurkan program Pasar Among Tani Pakai QRIS serta penyerahan buku tabungan dalam program KEJAR (Satu Rekening, Satu Pelajar).

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, terutama pedagang pasar dan pelajar, yang dapat merasakan manfaat dari transaksi digital. Pekan QRIS Nasional di Pasar Induk Among Tani menjadi langkah penting dalam mendorong literasi keuangan dan digitalisasi di Kota Batu.

Pekan QRIS Nasional 2024 di Pasar Induk Among Tani berhasil menyatukan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan literasi keuangan dan mendorong penggunaan QRIS di masyarakat. Dengan kolaborasi ini, Kota Batu semakin dekat dengan visinya menjadi kota yang maju, sejahtera, dan melek digital.

Sumber: Prokopim Kota Batu

Tinggalkan Komentar