Kevin De Bruyne Ngamuk Atas Kekalahan Belgia dari Prancis

Kevin de Bruyne Prancis Belgia
Kevin De Bruyne bersama Kylian Mbappe pasca pertandingan (reuters)

Lyon, inimalangraya.com – Kapten Belgia Kevin De Bruyne ngamuk terhadap rekan setimnya setelah timnya kalah 2-0 saat tandang ke Prancis dalam pertandingan Nations League pada Selasa (10/9) dini hari..

Bukan untuk pertama kalinya, De Bruyne tampak frustrasi selama pertandingan Grup A2 dan setelah itu mengatakan kepada televisi Belgia VTM bahwa terlalu banyak hal yang salah dalam pertandingan tersebut.

“Saya tidak bisa mengatakan apa yang salah di sini. Saya sudah melakukan itu kepada tim di babak pertama,” katanya.

“Jika standar yang ingin kita capai adalah yang terbaik, tetapi kita tidak lagi cukup baik untuk mencapai level itu, maka kita harus memberikan segalanya. Jika kita bahkan tidak melakukan itu, semuanya berakhir.

“Saya bisa menerima bahwa kami tidak sebagus tahun 2018,” kata De Bruyne.

“Kami terlalu banyak di belakang. Jika ada enam pemain di belakang, tidak ada koneksi. Itulah adanya. Ini bukan tentang transisi, tetapi tentang orang-orang yang tidak melakukan tugas mereka,” kata pemain berusia 33 tahun itu.

Pelatih Belgia Pahami Kemarahan Kevin de Bryune Karena  Keok dari Prancis

Pelatih Domenico Tedesco mengatakan ia memahami kemarahan De Bruyne.

“Ia adalah kapten kami dan memiliki mentalitas pemenang yang besar, jadi ia juga dapat bereaksi secara emosional.”

Manajer Belgia Domenico Tedesco mengakui sebelum pertandingan bahwa timnya terlalu takut-takut lawan Prancis.

Terlebih ketika mereka kalah 1-0 pada babak 16 besar di Piala Eropa di Duesseldorf 70 hari lalu.

Belgia mengawali pertandingan dengan bersemangat tetapi dengan cepat kewalahan oleh tim Prancis yang lebih unggul.

Prancis unggul lewat tendangan jarak dekat Randal Kolo Muani di menit 29 dan tendangan kaki kiri Ousmane Dembele di menit 47.

Kemenangan ini memberi mereka raihan tiga poin pertama dalam kampanye Nations League.

Hasil ini adalah respons positif dari Prancis, yang mengganti delapan pemain inti.

Termasuk Kylian Mbappe, setelah dikalahkan 3-1 oleh Italia di Paris Jumat lalu dalam pertandingan pembukaan Liga A Grup 2.

Namun, mereka harus menahan serangan awal dari tim tamu sebelum menemukan ritme dan memaksakan diri dalam pertandingan.

“Kami sedikit gugup di awal pertandingan. Lalu kami melakukan banyak hal baik secara kolektif serta individu.  Bersama dengan pemain baru yang tidak memiliki pengalaman,” kata pelatih Prancis Didier Deschamps.

Kedua tim akan bertemu kembali pada 15 Oktober.

Dengan hasil tersebut, Prancis berada di peringkat kedua dengan 3 poin, sama halnya dengan Belgia yang berada di peringkat ketiga.

Italia memimpin klasemen sementara Liga A grup 2 dengan 6 poin setelah kalahkan Israel 2-1.

Tinggalkan Komentar