Kamala Harris Unggul Survey, Donald Trump Ogah Debat Ketiga

Washington, inimalangraya.com – Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump katakan ia tidak akan ladeni tantangan Kamala Harris untuk debat kedua.
Trump mengungkapkan hal ini setelah beberapa jajak pendapat menunjukkan bahwa saingannya dari Partai Demokrat itu memenangkan debat beberapa hari lalu.
“TIDAK AKAN ADA DEBAT KETIGA!” tulis mantan presiden tersebut di situs media sosial Truth Social.
Sebaliknya, Harris mengatakan hal berbeda.
“Saya yakin kita berutang kepada para pemilih untuk mengadakan debat lagi,” katanya saat sedang berada di sebuah acara setelah unggahan Trump ditayangkan.
Sebelumnya, Trump telah berpartisipasi dalam debat melawan Presiden Joe Biden pada bulan Juni sebelum debatnya melawan Harris pada hari Rabu (11/9) lalu.
Trump memuji penampilannya sendiri saat debat beberapa hari lalu.
Tetapi, enam donatur dari Partai Republik dan tiga penasihat Trump berbicara sebaliknya kepada Reuters awal minggu.
Mereka mengatakan bahwa mereka berpendapat Harris memenangkan debat tersebut terutama karena Trump gagal menyampaikan pesannya.
Menurut data Nielsen, debat tersebut menarik 67,1 juta pemirsa televisi.
Sementara Trump mengatakan dalam unggahannya bahwa jajak pendapat menunjukkan ia memenangkan debat.
Padahal, beberapa survei menunjukkan bahwa responden menganggap Harris lebih baik.
Di antara beberapa pemilih yang mengklaim mereka telah mendapatkan petunjuk saat debat hari Rabu pagi lalu, 53 persen mengatakan Harris menang dan 24 persen mengatakan Trump menang.
Hasil tersebut merupakan hasil dari jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Jumat (13/9) pagi.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa 54 persen pemilih terdaftar percaya bahwa debat tunggal antara Trump dan Harris sudah cukup.
Sementara 46 persen menginginkan debat kedua.
Mayoritas pengamat debat mengatakan Harris mengungguli Trump, ini menurut jajak pendapat kilat CNN yang dirilis tak lama setelah debat.
YouGov menunjukkan 54 persen responden mengatakan Harris menang sementara 31 persen mengatakan Trump adalah pemenangnya.
BACA JUGA

