Mainan Jadul Tamagotchi Lebih Canggih Dengan Koneksi WiFi

Mainan Jadul Tamagotchi
Tampilan toko terbesar Tamagotchi di dunia yang berpusat di London (BBC)

London, inimalangraya.com –  Bagi mereka yang lahir di tahun 80an, pastinya mereka sangat mengenal mainan jaman dulu (jadul) Tamagotchi yang ternyata kini kembali populer.

Mainan berbentuk telur yang bisa memelihara hewan virtual ini adalah salah satu tren terbesar di tahun 1990-an.

Bandai Namco, produsen Tamagotchi, sudah berkali-kali menghidupkan kembali mainan yang dapat menunjang kreativitas ini.

Penjualan global meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2022 dan 2023, ungkap Bandai Namco kepada BBC.

Kini Tamagotchi  telah membuka toko pertamanya di Inggris.

Bahkan hal ini tidak dilakukan Bandai Namco saat menjadi gadget paling populer di tahun 1996.

Toko Tamagotchi memiliki pajangan dengan tamagotchi besar di bagian belakang, dan banyak perangkat di banyak rak

Berbasis di Camden Market, toko ini jadi adalah pusat nostalgia generasi 90 an dengan berbagai perangkat.

Perbedaan Mainan Jadul Tamagotchi Dulu dan Kini

Tamagotchi modern mungkin tidak terlalu sama dengan produk yang diperkenalkan di tahun 1990-an.

Tampilannya masih sama yakni bentuk telur berwarna mencolok dengan layar digital kecil dan tombol.

Tapi kini, Tamagotchi memiliki lebih banyak fungsi.

“Sekarang pengguna dapat terhubung dengan teman-teman. Pengguna dapat gunakan  Wi-Fi untuk mengunduh berbagai item. Permainan ini bisa mengurangi upaya yang dulu dimainkan dengan hewan peliharaan virtual,” manajer merek Tamagotchi Priya Jadeja mengatakan kepada BBC.

Hewan peliharaan virtual tersebut sebenarnya secara resmi diluncurkan kembali di Inggris pada tahun 2019.

“Ketika kami meluncurkannya kembali, kami pikir itu akan menjadi peluncuran ulang yang sangat berfokus pada generasi milenial,” kata Jadeja.

“Namun, perangkat ini diperkenalkan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah memiliki perangkat semacam ini – sungguh menyenangkan melihat mereka menggunakannya.”

Tidak seperti tahun 1996, kini ada banyak hewan peliharaan virtual lain di pasaran.

Misalnya Bitzee, yang dibuat oleh Hatchimals, menggunakan layar fleksibel yang merespons sentuhan. Lalu dapat bereaksi terhadap gerakan yang dimiringkan.

Sementara itu, Punirunes memiliki fitur populer di mana pemain dapat meletakkan jari di dalam mainan untuk mengelus hewan peliharaan virtual di layar.

Dan ada juga hewan peliharaan virtual Digimon yaitu mainan jadul tahun 1990-an lainnya.

Meskipun dulu ada batasan berdasarkan gender, Jadeja mengatakan tampaknya tidak ada perbedaan nyata dalam hal siapa yang membeli mainan tersebut.

YouTuber Populer Ramai-Ramai Bernostalgia Dengan Tamagotchi

Bagi penggemar Tamagotchi yang kami ajak bicara, nostalgia memainkan peran besar.

Pemilik kanal YouTube Emmalution kerap membuat vlog tentang Tamagotchi-nya di kanal YouTube-nya

“Saya mendapatkan Tamagotchi pertama saya saat masih sekolah dasar. Sahabat saya juga punya satu saat itu. Saya punya kenangan indah saat bermain bersama mereka,” kata Emma, nama pemilik kanal Emmalution.

Dia tidak menyimpan Tamagotchi lamanya dan membeli yang modern tahun lalu, katanya.

“Ini memicu obsesi, menyerap banyak informasi tentang semua rilisan yang keluar setelah Tamagotchi pertama saya,” katanya.

“Saya mulai mengoleksi, ingin tahu apa yang telah saya lewatkan saat saya terlalu sibuk tumbuh dewasa.”

YouTuber lainnya, Koby, juga sudah jadi penggemar Tamagotchi sejak masih kecil.

Dikenal di kanal YouTube Translationmon, ia katakan sangat senang dengan kembalinya Tamagotchi.

“Ketika saya bermain dengan hewan peliharaan virtual Digimon atau Tamagotchi, saya mendapatkan gambaran kecil tentang seperti apa rasanya saat pertama kali bermain dengan hewan peliharaan virtual saya saat masih kecil,” katanya.

Tinggalkan Komentar